Hanyut, balita meninggal di saluran irigasi Aek Siporda Sidimpuan


0

Padangsidimpuan – Sesosok tubuh mungil terdampar di aliran Irigasi Aek Siporda, kawasan Tanggal, Padangsidimpuan Batunadua, Selasa (30/5) petang. Hal itu kemudian menggemparkan masyarakat setempat, terlebih tubuh itu sudah tak bernyawa lagi.

Korban ditemukan pertama kali oleh Nuan Harahap (36) pemilik usaha di pinggiran jalan dekat dengan lokasi penemuan. Tadinya, ia melihat sosok tubuh itu tersangkut di ranting yang ada di jaringan irigasi yang bermuara ke Sungai Batang Ayumi itu.

“Saya lihat, anak siapa ini, ya Allah. Terus diangkat. Kemungkinan terbawa waktu aliran air deras itu karena hujan deras barusan,” katanya.

Tak berselang lama, dari warga Lingkungan VIII, Kelurahan Batunadua Jae, kecamatan yang sama. Ramadhanan Pakpahan (45) tengah gelisah mencari anaknya, Rahmat Fauzi Pakpahan (3) yang hilang saat bermain hujan. Dan betapa kagetnya pria itu, ternyata tubuh kaku itu adalah anaknya.

Didampingi keluarga, Ramadhan sempat melarikannya ke RSUD Padangsidimpuan, namun nyawa anak bungsunya itu sudah tak tertolong lagi.

Ibu korban, Devi Ritonga saat menerima jasad anaknya di rumah duka histeris. Ia pun tak hentinya memanggil dan berteriak menyebut nama anaknya.

Sementara dari Kepolisian, korban diduga hanyut dari irigasi atau parit setelah terjatuh saat air membesar lantaran hujan deras yang terjadi sepanjang sore kemarin.

Kasat Reskrim Polres Psp, AKP Zul Efendi kepada wartawan menerangkan, kronologisnya diduga korban terjatuh ke dalam parit irigasi Aek Siporda di saat bermain di parit itu.

“Sekitar pukul 17.45 WIB orangtua korban merasa kehilangan dan berusaha mencari korban dengan bertanya kepada warga setempat. Pada pukul 18.00 WIB korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi,dan untuk memastikan kondisi korban. Lalu, korban sempat dibawa  ke RSUD Kota Psp,” terangnya

Korban dikebumikan pada Rabu (31/5) usai sholat Dzuhur di Pemakaman Umum Air Kedung, Batunadua Jae, Psp Batunadua.

Musibah hanyutnya balita dan anak-anak di irigasi dengan kedalaman di atas 1 meter dan melintasi permukiman padat penduduk tersebut adalah kejadian yang kesekian kalinya. Pada akhir tahun kemarin, 28 Desember 2016, parit atau bekas irigasi di kawasan permukiman di  Jalan Cendana Ujung, Lingkungan IV juga menelan korban anak-anak. [metrotabagsel.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut