Harga Buah Lokal di Madina Naik 20%


0

Panyabungan. Harga buah lokal di tingkat pedagang di beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan mencapai 20%. Demikian disampaikan salah seorang pedagang buah di Pusat Pasar Baru Panyabungan Rusdi Nasution kepada MedanBisnis, Senin (31/3).

Rusdi mengatakan, naiknya harga buah lokal tersebut akibat belum memasuki masa panen dan kurangnya pasokan buah lokal dari Kabupaten Karo.

“Ya harga buah lokal memang mengalami kenaikan harga mencapai 20%, karena sejak meletusnya gunung Sinabung pasokan buah ke Pasar Baru Panyabungan berkurang drastis ditambah lagi saat ini bukan sedang musim panen,” ujarnya.

Dia menyatakan buah lokal yang harganya naik itu antara lain Jeruk dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, Markisa dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 11.000/ Kg. Sementara untuk buah inport harganya masih stabil.

“Dari harga yang naik ini berpengaruh terhadap penjualan kita sehari – hari, kemungkinan itu akibat naiknya harga untuk buah lokal, dan dampak anjolknya harga getah Karet mencapai level Rp 7.000/kg. Setiap harga komoditas andalan masyarakat ini turun pasti akan berpengaruh terhadap omzet penjualan kita,” katanya.

Siti Lubis ibu rumah tangga warga Panyabungan mengatakan naiknya harga buah lokal akibat pengaruh berkurangnya pasokan dari Berastagi, hal ini tentunya akan menurunkan daya belinya untuk buah – buahan.

“Karena harga naik sementara penghasilan kita tetap tentunya saya mengurangi pembelian untuk buah – buahan,” ucapnya. (zamharir rangkuti) (MedanBisnisDaily.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut