Harga Karet Mulai Membaik, Masyarakat Paluta Tetap Resah


0

Paluta – Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir menimbulkan kegelisahan sejumlah petani karet di wilayah Paluta. Cuaca tak menentu seperti yang terjadi saat ini membuat proses penyadapan getah karet tidak stabil dan produksi getah menurun secara drastis dari hari-hari sebelumnya

 

Hal itu, tentunya merugikan petani, apalagi dengan harga yang saat ini berangsur naik.

 

Seperti harga getah untuk minggu ini naik hingga mencapai Rp 9.000 perkilo yang sebelumnya hanya dikisaran Rp Rp 7.500 perkilo(kg). Meskipun begitu, petani masih saja merasa resah dengan keadaan seperti saat ini.

 

Menurut petani karet, Imron Ritonga (40) warga desa Sigama Kecamatan Padang Bolak, sebagai petani karet dirinya cukup senang dengan harga getah saat ini yang berkisar Rp.8.500-Rp 9.000 perkg namun mengaku sangat resah karena menurunnya produksi getah disebabkan seringnya mereka tidak menyadap getah (menderes) disebabkan cuaca yang tidak menentu (curah hujan yang cukup tinggi).

 

“Harga getah memang sudah lumayan membaik tapi getahnya tidak ada karena kita jarang manderes, hujan terus setiap hari,” kata Imron, Minggu(15/12).

 

Imron menyebutkan, dalam seminggu ini produksi getahnya menurun drastis, biasanya hasil getah mencapai 90 kg setiap minggu tapi untuk minggu ini diperoleh sebanyak 50 kg. Hal ini disebabkan cuaca yang tak menentu sehingga tidak bisa menderes.

 

“Meskipun hujan sudah reda kita harus menunggu batang pohon karetnya kering sebab jika dideres dalam keadaan basah bisa merusak batang pohon karetnya,” ungkapnya.

 

Senada juga disampaikan Sutan harahap (30) warga desa Bahal Kecamatan Portibi.

 

Menurut pedagang getah ini barang ataupun getah yang diperoleh dari para petani semakin sedikit otomatis muatan mobil untuk diantar ke pabrik tidak akan mencapai sesuai target yang mereka harapkan.

 

“Kalau getah yang kita dapat tidak mencapai target,rugi kita mengantarnya ke pabrik,” tegasnya.

 

Sementara itu untuk harga tandan buah sawit minggu ke minggu juga mengalami kenaikan harga yang lumayan tinggi. Minggu terakhir harganya berkisar Rp 1.640 per kg yang minggu sebelumnya hanya Rp 1.520 per kg.

 

Dengan keadaan harga yang stabil ini cukup membantu masyarakat petani khususnya kelapa sawit. (ong) (Analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut