Hari Juang Brimob diperingati di Benteng Huraba Tapsel


0

Tapanuli Selatan – Hari Juang ke 68 Mobrig (Mobil Brigade) yang sekarang dikenal dengan Brigade Mobil (Brimob) diperingati di Tugu Benteng Brimob, Desa Benteng Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (5/5/2017).

Peringatan dihadiri Veteran Brimob dari berbagai daerah, Kaden C Satbrimob Polda Sumut AKBP Bravo Asena SM Siahaan, Wadan Kompol Hendri Yanto, dan Kapolsek Batang Angkola AKP Iswanto.

Asmi Matondang selaku Panitia Peringatan Hari Juang Brimob dalam sambutannya mengharapkan prajurit Brimob tetap menjalankan tugasnya dalam membela NKRI.

“Walau anda belum ikut berjuang demi kemerdekaan RI, sebagai generasi penerus tolong lanjutkan perjuangan kami dan juga pejuang  abdi negara (Brimob) yang meninggal demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadikan monumen ini sebagai motrivasi dalam melaksanakan tugasmu sebagai abdi negara,” ujar Asmi Matondang dengan semangat Brimobnya.

Sementara itu, Kaden C Satbrimob Polda Sumut AKBP Bravo Asena SM Siahaan dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada veteran Brimob yang telah menggagas peringatan Hari Juang Brimob khususnya di daerah Tabagsel dimana salah satu tugu/monumen brimob yang ada di Sumut ini menjadi ikon dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa apa yang telah dilakukan para pendahulu merupakan dorongan bagi Brimob untuk mengisi kemerdekaan sekarang dan sebagai anggota Brimob akan terus mempertahankan NKRI dari upaya dan usaha orang-orang yang menginginkan ketidakkondusifan NKRI.

Bravo juga menekankan kepada seluruh anggota Brimob jajarannya agar mengetahui sejarah berdirinya monumen/tugu Benteng Huraba di Tapsel.

Sedangkan Elvanus Tampubolon, yang merupakan penyusun sejarah berdirinya Tugu Brimob di Benteng Huraba mengatakan sejarah Benteng Huraba telah disusun dan dalam waktu dekat akan dipublikasikan. Dalam tulisan yang berjumlah 600 halaman tersebut akan diuraikan secara jelas bagaimana sejarah Benteng Huraba yang merupakan salah satu basis dalam menghalau penjajah Belanda untuk merebut Tapanuli yang saat itu Pemerintahan Darurat Republik Indonesia berkedudukan di Perkebunan Teh Kamang Halaban, Bukit Tinggi. Ketika itu pemerintahan dikendalikan oleh Muhammad Syaripuddin Prawiranegara atas perintah Preiden Soekarno dan Wakil Presiden M Hatta setelah mereka ditangkap Belanda.

Komisaris Polisi Mas Kadiran dengan julukan Singa Tapanuli dipercayakan menjadi pimpinan di wilayah Tapanuli dan bermarkas di Panyabungan.

Dalam acara tersebut juga dibacakan secara singkat pertempuran di Benteng Huraba Tanggal 5 Mei 1949. Pertempuran sengit di Benteng Huraba mengambil korban nyawa di pihak Indonesia, yakni, prajurit Angkatan Darat sebanyak 16 orang dan Polisi 11 orang.

Ketua IKA Benhur (Benteng Huraba) Brimob Polri Letkol Pol (Purn) Royen Hutagaol mengatakan pensiunan Brimob khususnya di Sumut Utara akan tetap memperjuangkan agar Tugu Benhur dijaga dan dilestarikan karena merupakan monumen yang mempunyai sejarah yang tak pantas dilupakan dalam mempertahankan Negara Republik Indonesia dari jajahan Belanda. [wali.co.id]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut