Hitung Ulang, Surat Suara DPRD Madina Menghilang


0

PANYABUNGAN  –  Panwas dan KPU Madina merekomendasi penghitungan ulang terhadap kotak suara TPS 1-8 Desa Tabuyung, Kec. Muara Batang Gadis, Kab. Mandailing Natal (Madina). Namun, saat kotaksuara dibuka untuk dihitung ulang, didapati kertas suara untuk DPRD Madina tidak berada dalamnya.

‘’Terus terang, ini indikasi kejahatan Pemilu Legislatif 2014. Kita minta Polres Madina segera menangkap pihak yang terlibat. Ada sejumlah pihak yang diduga terlibat,’’ ujar Caleg PDI Perjuangan Dapil IV, Ali Napiah Nasution kepada Waspada, Minggu (20/4).

Dia meminta kepada KPU Madina selain bertanggungjawab, juga  supaya melakukan pencoblosan ulang di Kec. Muara Batang Gadis (MBG), karena sudah banyak bukti dugaan kecurangan dan penggelembungan suara.

“Pencoblosan ulang satu-satunya solusi di Kecamatan MBG, karena baru dua kotak suara yang di buka di KPU dari  8 TPS yang ada di Desa  Tabuyung,  sudah terlihat adanya penggelembungan suara caleg, ditambah lagi formulir C1 kosong yang bertandatangan ke Panwas kabupaten, ” ucap Ali Napiah Nasution.

Sedangkan Ali Mutiara Rangkuty, Caleg dari Partai Demokrat, mewanti-wanti KPU jangan membiarkan kursi yang di peroleh partai dari hasil penggelembungan suara.

Dia minta Gakumdu memperoses semua kecurangan Pemilu di Muara Batang Gadis yang sudah diadukan partai, baik dugaan money politic dan penggelembungan suara yang cenderung sistematis.

“Gakumdu harus segera bertindak menyelamatkan demokrasi supaya jangan tercoreng oleh kejahatan Pemilu. Saya menduga kuat terjadi proses penggelembungan suara di MBG secara bersama-sama,’’ kata Ali Mutiara dan menegaskan, Panwas di MBG juga tidak menindaklanjuti laporan pengaduan Partai Demokrat mengenai C1 kosong yang bertandatangan ke Panwas Kabupaten.

‘’Terus terang, ini menguatkan adanya kecurangan,’’ ujarnya. Ali Mutiara mengungkapkan, berdasarkan penghitungan ulang yang di buka di KPU, terlihat adanya  kecurangan yang diduga terprogram.

Karena itu, kata dia, sesuai surat Partai Demokrat  ke KPU, diminta dilakukan pencoblosan ulang di MBG, dan penegak hukum diminta menindak tegas penyelenggara Pemilu yang terbukti berbuat curang.

” Tidak ada keterlambatan pengaduan, bahkan saksi money politic pun sudah ada 3-4 orang saksi lengkap dengan bukti. Jangan biarkan proses demokrasi  hancur di Madina umumnya dan di MBG khususnya. Ganti PPK MBG , dan Panwas MBG yang tidak menindaklanjuti kecurangan Pemilu,’’ ujar Ali Mutiara Rangkuty. (c14) (Sumber: Waspada)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut