Imingi ponsel, tenaga honor perkosa siswi SMA usia 16 tahun di Sidimpuan


0

Padangsidimpuan – ZS (51) oknum tenaga honor di Pemko Padangsidimpuan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan terhadap DAS (16) salah satu murid SMA di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Andy Nirwandy melalui Wakapolres  Kompol JW Sijabat didampingi Kasat Reskim AKP Zul Efendi kepada wartawan, Selasa (11/4/2017) mengatakan pelaku ZS sudah ditetapkan sebagai tersangka  atas kasus dugaan pemerkosaan terhadap DAS warga Jalan Iman Bonjol, Padangsidimpuan.

Tersangka ZS dijerat dengan Pasal 81 subs 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 15 tahun penjara.

“Saat ini tersangka sudah kita tahan untuk kita kirim ke Lapas Salambue Padangsidimpuan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi bejat ZS berawal saat korban mendatangi sebuah warung untuk beli jajanan yang dekat di kediaman pelaku pada Sabtu (1/4/2017) lalu.

Dengan bujuk rayu ZS pun mengajak korban ke kediamannya. Awalnya ajakannya tersebut ditolak korban namun pelaku terus berusaha dan tidak putus asa mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan mengatakan akan membelikan korban sebuah ponsel jika DAS mau diajak ke rumahnya.

Mendengar tawaran ZS tersebut, DAS pun akhirnya manut saat dibawa pelaku.

Sesampainya di kediaman pelaku, DAS pun kemudian di sekap pelaku di salah satu kamar miliknya sebelum pelaku pergi meninggalkan korban sendirian di dalam rumah tersebut.

Karena takut atas perbuatan pelaku, DAS pun hanya bisa menangis tatkala ZS memperkosanya.

Usai puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku tidak langsung menyuruh korban pulang melainkan menginap di kediamannya selama semalam tanpa harus mengenakan pakaian.

Akibat ketakutan yang teramat sangat, DAS pun menuruti permintaan pelaku.

Sementara itu akibat DAS tidak kunjung pulang, keluarganya pun menjadi panik. Tak pelak, keluarganya pun kemudian mencari DAS di sekitar kediamannya.

“Namun, saat kami cari-cari sama warga gak ketemu juga malam itu. Makanya, kami pun meminta kepada warga supaya menghubungi nomor ponsel kami jika melihat anak kami,” ucap bibi korban, ES (35).

Namun, tepatnya pada Ahad (2/4/2017) pagi, warga melihat DAS keluar dari kediaman pelaku. Melihat itu, warga pun kemudian melaporkannya ke pihak keluarga DAS.

Setelah dapat laporan itu, keluarga langsung menjemputnya dari sana dan setelah adanya pengakuan DAS maka kasus tersebut dilaporkan ke Polres Padangsidimpuan.  [Wali.co.id]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut