Jalinsum Pahae-Sipirok Rusak Dimanfaatkan jadi Tempat Pungli


1
126 shares, 1 point
Jalinsum Pahae-Sipirok Rusak Dimanfaatkan jadi Tempat Pungli
Sejumlah kendaraan saat melintasi Jalinsum Pahae-Sipirok yang rusak, Rabu (6/2).

Sipirok – Kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk meminta uang atau pungutan liar (pungli) kepada pengendara yang melintas.

Seperti yang terjadi di Jalinsum di Desa Pengkolan dan Desa Bulu Payung kawasan Batu Jomba, para pengguna jalan roda empat ke atas harus memberikan uang Rp2 ribu hingga Rp10.000 saat melintas.

Amatan wartawan, Rabu (6/1), sejumlah oknum warga setempat menunggu di tepi jalan yang rusak, kemudian mereka meminta uang dengan menggunakan kardus atau ember kecil kepada setiap mobil atau truk yang melewatinya.

Ironisnya, aksi pungli itu dilakukan warga setempat selama 24 jam dengan sistem applausan atau bergantian.

Modus yang digunakan warga yakni dengan berpura-pura menimbun jalan dengan tanah atau meletakkan sebongkah batu di bagian jalan aspal yang sudah terkelupas.

Selanjutnya warga memberhentikan pengendara roda empat keatas yang melintas dan meminta uang dengan dalih memperbaiki jalan.

Kondisi pungli ini meresahkan warga yang melintas, apalagi jalan itu merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Utara dengan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan.

Salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya berharap agar pemerintah atau pihak berwajib turun tangan karena tindakan tersebut termasuk pungli.

“Saya sering melintasi jalan ini dan heran dengan adanya pungutan di tengah jalan. Mereka memintanya dengan sedikit memaksa, akhirnya saya terpaksa memberi uang,” ketusnya seraya mengaku terpaksa memberikan uang kepada oknum warga karena takut terjadi sesuatu jika menolak permintaannya.

Adanya pungli tersebut, kata dia, membuat masyarakat yang akan melintasi Jalinsum Pahae-Sipirok merasa terbebani.

“Harapan kami, sebaiknya pemerintah segera memperbaiki jalan ini, dan juga menertibkan para pelaku pungli yang ada. Dengan adanya perbaikan, maka praktek pungli berdalih jalan rusak tidak akan ditemukan lagi di jalanan,” tukasnya. (roy/rb) (Metro Tabagsel)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
1
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut