Jalinsum Sidimpuan-Sibolga Diblokir Dua Jam


0

SIDIMPUAN – Angkutan umum dalam kota dan pedesaan yang beroperasi di terminal secara spontanitas melakukan aksi blokir jalan di depan Terminal Pal IV Maria, Kota Padangsidimpuan (Psp) selama dua jam, Kamis (6/3). Tuntutan mereka tak lain agar seluruh angkutan umum antar luar daerah yang berada di Jalan Merdeka beralih menuju terminal, sehingga terminal dapat beroperasi sebagai naik-turun penumpang.

Informasi dihimpun METRO, aksi blokir di Jalinsum Psp-Sibolga yang berada di depan Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria berlangsung sejak pukul 10.00 WIB berakhir hingga pukul 12.00 WIB. Aksi diikuti 70 unit angkutan umum dalam kota dan 80 unit angkutan umum pedesaan, seperti angkutan umum dalam kota  line 01 serta angkutan umum jurusan Sitinjak-Psp dan Batangtoru-Psp.

Para angkutan umum dalam kota merasa kecewa terhadap keberadaan angkutan umum antar luar daerah yang belum beralih dari Jalan Merdeka ke terminal. Keberadaan angkutan umum antar luar daerah di Jalan Merdeka sangat berakibat terhadap pendapatan atau sewa yang diperoleh angkutan umum dalam kota yang telah beroperasi di terminal.

Seharusnya, setelah Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria resmi dioperasikan, para angkutan umum antar luar daerah sudah beroperasi pada loket masing-masing di terminal. Namun sampai sekarang seluruh loket yang ada di terminal belum ada berfungsi sesuai dengan yang seharusnya. Hal itulah yang menjadi kekecewaan para supir angkutam umum meningkat hingga melakukan aksi protes.

“Dari mana lagi kami mendapat sewa pak, sementara taxi (angkutan umum antar luar daerah) masih mengambil sewa di daerah Jalan Merdeka. Belum lagi sekarang kami tidak masuk lagi ke jurusan Komplek Sadabuan. Sewa-sewa yang ingin naik taxi seharusnya dinaikkan di terminal dan dibawa oleh angkutan umum dalam Kota, padahal mereka (taxi) sudah ada loket-loket di terminal, tapi belum juga difungsikan,” ujar Bayo Harahap, seorang supir line 01 yang melakukan aksi.

Amatan METRO, hampir sepanjang 1 kilometer Jalan Psp-Sibolga tertutup akibat aksi protes blokir jalan yang dilakukan para angkutan umum dan berlangsung kurang lebih selama dua jam. Aksi mulai berakhir setelah pihak kepolisian setempat bersama Kordinator Angkutan Kota Psp Nurdin Waruhu mengarahkan para angkutan yang blokir jalan agar keluar dari badan jalan sehingga pengendara lain dapat melewati Jalan Psp-Sibolga. Dengan alasan para pihak-pihak terkait masih melakukan perundingan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Setelah itu, Dishub bersama Organda dan Direksi atau pengusaha angkutan umum dan pihak yang terkait lainnya melakukan perundingan untuk menyelesaikan masalah operasional Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria. Dengan keputusan sementara, yaitu para angkutan umum kota dan taxi-taxi tetap beroperasi seperti biasa hingga diadakan kembali rapat pada Selasa (11/3) mendatang.

“Sesuai hasil keputusan sementara dari rapat antara pihak-pihak terkait,  seluruh angkutan umum beroperasi seperti biasa sebelum ada keputusan akhir atau rapat terakhir pada hari Selasa mendatang,” ujar Sekretaris Organda Kota Psp Uly Panjaitan, Kamis (6/3).

Uly menjelaskan, sebenarnya yang menjadi inti permasalahan dalam Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria tidak adanya petunjuk teknis atau aturan-aturan yang jelas dalam pengelolaan terminal. Seharusnya sebelum resmi dioperasikan,  terlebih dahulu disusun dengan baik tentang petunjuk teknis pengelolaan terminal. Dengan tujuan untuk dapat mengantisipasi jika ada permasalahan dikemudian hari.

“Apabila tidak ada aturan-aturan atau petunjuk teknis yang jelas dalam pengelolaannya, maka terminal tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Maka dari itu, sampai saat ini belum dapat disimpulkan keputusan akhir atau masih akan dilakukan rapat sekali lagi pada hari Selasa mendatang untuk memutuskan, apakah terminal sudah layak difungsikan atau tidak,” jelasnya.

Disampaikannya lagi, dalam beberapa hari ini, pihak Organda bersama Direksi atau pengusaha angkutan umum masih menunggu upaya Dishub untuk memindahkan loket-loket yang belum beralih dari Jalan Merdeka ke terminal sebelum dilaksanakan rapat untuk memutuskan tentang pengelolaan terminal. Sebab untuk mengoperasikan suatu terminal, harus ada pertimbangan-pertimbangan yang jelas, karena ini merupakan masalah mencari nafkah orang banyak.

“Tidak mudah untuk mengoperasikan terminal, karena banyak orang yang mencari nafkah di situ. Untuk itu, sebelum tiba rapat untuk memutuskan pengoperasian terminal, kita masih menunggu upaya dari Dinas Perhubungan dalam memindahkan loket-loket yang ada di Jalan Merdeka ke terminal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kota Psp,  Ahmad Bestari membenarkan, untuk saat ini situasi di lapangan sudah kondusif seperti biasa, hingga diadakan lagi pertemuan dengan pihak terkait untuk membahas permasalah Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria. Itulah keputusan sementara yang diperoleh dari hasil perundingan tadi.

Namun dalam beberapa hari ini atau sebelum tiba rapat, pihak Dinas Perhubungan akan mengupayakan agar loket-loket yang ada di terminal berfungsi. Artinya, loket-loket yang ada di Jalan Merdeka dialihkan ke Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria sesuai dengan yang telah ditentukan.

“Untuk saat ini sudah kembali seperti semula. Artinya, aktivitas akan tetap seperti biasa sebelum ada keputusan terakhir antara pihak-pihak terkait. Dan kita akan mengupayakan agar loket-loket yang ada di Jalan Merdeka aktif berloket di Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria,” jelasnya. (bsl) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut