Jaringan irigasi Paya Sordang di Tapsel ambruk


0

Tapanuli Selatan – Jaringan irigasi di bantaran Sungai Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami kerusakan di sejumlah titik. Dinding irigasi mengalami keretakan bahkan di beberapa bagian sudah ambruk. Kerusakan tersebut diduga kuat akibat kualitas bangunan yang rendah.

Hasil observasi yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Transparansi Rakyat Indonesia (LSM F-TRI) mencatat bahwa bangunan irigasi ini disebut proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D I Paya Sordang yang manfaatnya diharapkan bisa mengairi sekitar 4.350 hektare lahan pertanian.

Kegiatan dari Satker SNVT Irigasi dan Rawa III – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dan dikerjakan Tahun 2015 lalu oleh PT Pualan Bangun Cipta dengan jenis nilai kontrak “Unit Price,” diduga gagal bangun, sehingga negara dirugikan miliaran rupiah.

“Gagal bangun diartikan karena manfaat berkesinambungan untuk dipergunakan masyarakat putus di tahun kedua. Oleh karena proyek tersebut sudah hancur di Januari tahun ini,” kata Koordinator LSM F-TRI Makmur Simamora kepada wartawan, Minggu (9/4) di Padangsidimpuan.

Proyek yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah ini dari saat pekerjaannya dilaksanakan di tahun 2015 lalu sudah diprediksi akan terjadi kerusakan fatal oleh akibat item-item pekerjaannya diduga tidak memenuhi standart tehnis.

“Nah, prediksi itu terbukti, sudah terjadi di awal tahun 2017 ini, di mana di berbagai jenis kegiatannya banyak yang porak-poranda dan hancur,” ujar Makmur Simamora.

Makmur menambahkan, dari saat pekerjaan dilaksanakan, pihaknya sudah menyurati SNVT Irigasi dan Rawa III dengan memberikan himbauan agar dilakukan perbaikan tehnis pekerjaan untuk menjaga tidak terjadi gagal bangun seperti yang terjadi pada tahun ini. Namun, mereka tetap melaksanakannya dengan tidak menghiraukan himbauan yang disarankan.

Dari foto dokumen lembaga ini menunjukkan ada berbagai jenis pekerjaan yang hancur, seperti pekerjaan bronjong, perkejaan konstruksi balok beton yang dibentangkan di sungai dan berbagai dek penahan sungai.

“Penyedia jasa tidak bisa beralasan kerusakan ini diakibatkan oleh alam (force majeure), karena jika pekerjaan ini direncanakan dengan hitungan yang matang, serta dikerjakan sesuai standart tehnis, maka bangunan ini tidak akan hancur, menyusul tujuan pembangunan ini juga dibuat untuk meminimalisir kerusakan akibat bencana,” jelas Simamora.

Dia berharap, pihak penegak hukum bisa menoreh atas adanya proyek gagal bangun ini, dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan atas faktor penyebab hancur konstruksi yang ada. “Kami akan membantu mereka (penegak hukum-red) sesuai kapasitas dan kemampuan kami seperti memberikan data-data awal dan data-data setelah hancur,” tutupnya.

Sementara Kepala Pengairan Irigasi Rawa III Yusnan Simamora melalui Pelaksana Teknis Hasanuddin Gultom, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi pada bangunan tersebut disebabkan bencana banjir yang terjadi belakangan ini. Diperparah adanya aksi pemangambilan material galian “C” yang dilakukan secara tradisional di hilir pembangunan irigasi tersebut.

“Kerusakan itu akibat bencana alam banjir yang terjadi belakangan ini. Dan akibat ulah pengambilan material di hilir bangunan,” kata Hasanuddin Gultom di ruang kerjanya, Selasa (11/4).

Untuk mengatasi kerusakan yang terjadi pada tahun ini dikatakannya dah dianggarkan Rp 800 juta. “Pada tahun ini sudah ada dianggarkan Rp 800 juta rehabilitasi jaringan Paya Sordang,” katanya.

Namun upaya yang dilakukan pihaknya untuk melarang pengambilan material dihilir bangunan di sungai itu tidak berhasil. “Masyarakat masih saja mengambil material di hilir padahal sudah kita himbau, karena itu sangat rentan terhadap kerusakan bangunan irigasi yang dibuat,” katanya.

Akibat kerusakan bangunan irigasi tersebut diakuinya telah berdampak tidak terpenuhinya aliran irigasi pada lahan pertanian masyarakat sesuai yang diperkirakan sebelumnya. “Paling hanya sekitar 60 persen saja lahan pertanian yang bisa dialiri dari irigasi yang dibangun tersebut. Itu akibat kerusakan saluran irigasi di sejumlah tempat,” tutupnya. [medanbisnisdaily.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut