Jembatan Aek Simalombu Tapsel bebaskan warga dari banjir


0

TAPSEL – Fasilitas jembatan yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dapat mengatasi keluhan warga, yang biasa dilanda banjir, di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel.

Dimana, BNPB mengalokasikan dana sekitar Rp6 miliar dari APBN tahun 2015 untuk membangun jembatan sungai Aek Malombu yang menghubungkan Desa Sirongit dengan Bandar Tarutung tersebut.Selain memperlancar transportasi, jembatan ini juga diyakini mampu menyelematkan 350 KK atau sekitar 2.000 jiwa warga Bandar Tarutung dari siksa keterisoliran pada saat musim banjir maupun ketika air sungai meluap.

“Alhamdulillah, jembatan ini membebaskan kami dari siksa banjir. Selama ini anak-anak harus libur sekolah karena tidak bisa menyeberangi  sungai yang meluap. Hasil panen kami pun tidak bisa dijual,” ujar Sulhan Sihombing, Kepala Desa Bandar Tarutung, Rabu (28/6).Dikatakan, meski di wilayah itu tidak sedang hujan, air sungai Aek Malombu sering meluap hingga ke pemukiman dan perkebunan warga.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah pernah membangun jembatan di sungai Aek Malombu dan menjadi satu-satunya sarana transportasi penghubung desa menuju tempat lainnya. Tapi jembatan itu terlalu rendah, sehingga selalu terbenam atau terendam di saat air sungai meluap.
Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu bersama Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ahmad Ibrahim Lubis, pada Minggu (26/6) lalu melakukan peninjauan terhadap proses pembangunan jembatan tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Ramly (65) mengucapkan terimakasih atas perjuangan Bupati ke pemerintah pusat sehingga alokasi pembangunan jembatan tersebut terealisasikan melalui BNPB.Diutarakannya, sudah lama warga Bandar Tarutung merasa tersiksa akibat terisolir ditiap musim banjir.

“Banjirnya lebih sering akibat air sungai yang meluap sampai ke rumah-rumah penduduk. Paling parah sekitar lima tahun terakhir ini, anak-anak kami terpaksa libur karena tidak bisa bersekolah ke Desa Sirongit. Sungainya tidak bisa diseberangi,” terang Ramly.

Menanggapi itu, Syahrul menyebutkan, semua pembangunan itu terwujud berkat kerjasama dan doa seluruh pihak. Karenanya pembangunan itu harus didukung masyarakat dan hasil pembangunan itu harus dijaga bersama dengan pemerintah, sehingga mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat sendiri.

Seperti jembatan sungai Aek Malombu yang menghubungkan Bandar Tarutung dengan Sirongit, Batu Godang hingga Batangtoru dan Padangsidimpuan.“Tak mudah mendapatkan Rp6 miliar untuk membangun jembatan ini. Makanya harus kita pelihara dan jaga bersama, batasi tonase kendaraan yang melintasinya,” pesan Bupati Tapsel.

Sementara Kalaksa BPBD Ibrahim Lubis menambahkan, jembatan baru yang sedang dibangun ini berada di samping jembatan lama. Lantainya lebih tinggi 4 meter dari permukaan sungai, lebih panjang, lebih besar, dan lebih aman dibanding jembatan lama.“Jembatan lama tidak dibongkar,” pungkasnya. (Metrotabagsel)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut