Jembatan gantung Aek Sipange Tapsel ambruk, sejumlah desa terisolir


0

Tapanuli Selatan – Jembatan Rambin (Jembatan Gantung, red) Aek Sipange yang menghubungkan Biru Kecamatan Aek Bilah dengan perbatasan Kecamatan Dolok Kabupaten Paluta ambruk sekitar sebulan terakhir.

Ribuan warga dari beberapa desa di Kecamatan terjauh Kabupaten Tapsel itu, terisolir. Sebab, di ruas jalan provinsi itu tak ada lagi jembatan penghubung bagi masyarakat.

Sehingga dipastikan masyarakat Tapsel diseberang jembatan ambruk tak bisa keluar masuk, terutama saat aliran Sungai Aek Sipange diguyur hujan.

“Saat ini, masyarakat dari beberapa desa di Aekbilah, harus menyeberangi arus sungai agar bisa keluar masuk. Karena, rambin sudah jebol,” terang Ketua Aliansi Pemuda Peduli Aekbilah Efendi Rambe.

Dikatakannya, mereka sangat mengapresiasi upaya Pemkab Tapsel dalam memperhatikan keluhan masyarakat selama ini diwilayah itu.

Hal itu dibuktikan dengan pembangunan jembatan gantung sehingga masyarakat relatif lebih aman melintas. Namun, baru tiga tahun, keberadaan jembatan sudah ambruk diterjang air saat meluapnya Aek Sipange.

“Masyarakat sangat kesulitan melewati arus air. Apalagi jika musim hujan, dapat dipastikan tak ada yang bisa menyeberangi aliran air itu,” sebutnya, Senin (8/5) via selulernya.

Kemudian, ia mengatakan, banyak dampak yang diakibatkan ambruknya rambin itu. Diantaranya, lumpuhnya hubungan menuju beberapa desa di Kecamatan Aekbilah.

Deros Rambe (40) warga yang biasa mengantar pesanan ikan, ayam menuju Desa Tapus Godang, dikecamatan itu, terkadang harus menanggung rugi, karena terkadang pesanan tak bisa disalurkan akibat air meluap.

“Sejak putusnya rambin, sangat susah mengantarkan pesanan ayam atau ikan dibeberapa desa seberang,” ujarnya.

Sebagai warga pedagang kecil-kecilan seperti dirinya, sangat mengharapakan adanya perhatian dan perbaikan jembatan tersebut.

Dan bila memungkinkan Pemprovsu secepatnya membangun jembatan di jalan itu. Sebab, Aek Sipange merupakan salah satu atau mungkin satu satunya Jalan Provinsi di Sumut yang belum memiliki jembatan permanen.

“Kita juga berharap pada Pemkab Tapsel agar jembatan rambin ini juga tetap diperbaiki karena sangat membantu warga di Kecamatan Aekbilah, baik oleh pedagang maupun warga yang lalu lalang. Apalagi ini adalah salah satu jalan yang menghubungkan antara desa di Aekbilah. Kami yakin Pak Bupati memperhatikan ini,” ungkapnya yang juga diamini Lontung Ritonga (30) warga lainnya. [metrotabagsel.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut