Jembatan penghubung 3 Kecamatan di Tapsel hancur diterjang banjir bandang


0

Sebuah jembatan menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan hancur diterjang banjir.

“Jembatan yang hancur itu berada di kampung Huta Ginjang, Angkola Timur,”kata masyarakat Agus Salim Ritonga. (50), di Tapanuli Selatan, Selasa.

Jembatan permanen terbentang diatas aliran sungai (aek Batang Ayumi) itu hancur dihantam banjir bandang yang terjadi, Minggu (26/3) pada sore.

“Jembatan itu akses vital tranportasi masyarakat tiga kecamatan khususnya menuju Sipirok, ibukota Tapanuli Selatan,”katanya.

Seperti Kecamatan Batangtoru, kecamatan Marancar, dan Kecamatan Angkola Timur yang cukup berdampak atas hancurnya jembatan sepanjang 25 meter tersebut.

“Masyarakat berharap agar pemerintah daerah secepatnya membangun jembatan hancur tersebut,”katanya.

Tidak saja menghambat arus jalur transportasi darat, tetapi, hancurnya jembatan yang sudah sejak lama berdiri itu cukup mengganggu perekonomian warga.

Sebuah jembatan permanen di Huta Ginjang, Tapanuli Selatan Hancur akibat banjir bandang akibatnya akses tiga kecamatan terganggu. (Antarasumut/kodir)

Menuju Sipirok atau pusat perkantoran Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan masyarakat Batangtoru, Marancar dan sebagian Angkola Timur terpaksa harus memutar melalui Padangsidimpuan atau bertambah jarak tempuh sekitar 30 kilometer.

Menurut dia warga sudah melaporkan kejadian hancurnya sebuah jembatan tersebut kepada pihak Pemkab Tapsel.

“Kita sudah surati pemerintah daerah agar secepatnya jembatan hancur itu dibangun,”kata Kepala desa Huraba, Angkola Timur, Maramuba Harahap.

Sementara banjir bandang yang terjadi Minggu (26/3) tersebut telah memporak porandakan ratusan rumah di Padangsidimpuan bahkan sampai merenggut lima jiwa manusia. [Antarasumut.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut