Kabut Asap di Madina Ganggu Pengguna Jalan


0

MADINA – Kabut asap terlihat menyelimuti Kabupaten Madina selama seminggu terakhir. Diduga kabut asap ini berasal dari lahan gambut yang terbakar di Kecamatan Muara Batang Gadis beberapa hari lalu. Kabut ini pun mulai mengganggu pengguna jalan baik siang maupun malam hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina, Rispan Julyardi melalui METRO, Selasa (18/2) mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati dalam situasi seperti ini. Karena sampai saat ini keberadaan api pada sejumlah titik perkebunan baik di lokasi perusahaan maupun di kebun milik warga di Kecamatan Muara Batanggadis, belum padam total.

Dan truk pemadam kebakaran bersama sejumlah petugas masih berada di lokasi berupaya memadamkan api. Karena yang terbakar bukan hanya lahan gambut dan kelapa sawit yang sekitar seribuan hektar, namun ada sekitar 25 unit rumah warga yang ikut terbakar, meskipun tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar berhati-hati dan lebih waspada dalam situasi seperti ini, khusus bagi masyarakat yang berada di sekitar lahan gambut agar jangan sekali-kali membuang puntung rokok dan sumber api lainnya. Dan bagi pengguna jalan agar mengurangi kecepatan laju kendaraan, karena kabut asap yang menyelemuti badan jalan akan mengganggu pandangan, artinya akan mudah terjadi kecelakaan,” ucap Rispan kepada wartawan.

Pantauan METRO beberapa hari terakhir di beberapa kecamatan di Madina seperti Kecamatan Panyabungan, Tambangan, maupun Lembah Sorik Marapi, kabut asap terlihat menyelimuti pandangan mata, terutama di pagi hari, karena jarak pandang bertambah pendek akibat kepulan kabut asap.

Seperti disebutkan Karnen (28), salah seorang supir travel Panyabungan-Medan, selama seminggu terakhir ini, perjalanan selalu terganggu akibat kabut asap yang menutupi pandangan di jalan.

“Terpaksalah harus mengurangi kecepatan, jika tidak bisa saja mobil keluar dari badan jalan, karena jarak pandang hanya sekitar 15 meter ke depan, sering saya kaget tiba-tiba di depan saya sudah ada kendaraan lawan arah, susah melihatnya karena kabut asap itu,” sebutnya.

Anggota DPRD Desak Pemkab
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara meminta Pemkab Madina dan pihak yang berwajib untuk secara serius menanggapi permasalahan kebakaran lahan tersebut.

Dan ia juga menilai, penyebab terkadinya kebakaran tersebut bisa jadi kelalaian dari pihak perusahaan yang tidak tanggap dan cepat mengatasinya, padahal seperti yang diketahuinya, sebagian besar lahan yang terbakar tersebut adalah milik beberapa perusahaan yang ada disana.

Lebih lanjut Arsidin Batubara menjelaskan, hingga kini kabut asap akibat kebakaran hutan di daerah Pantai Barat Madina masih terus terlihat. Bahkan akibatnya, jarak pandang pengemudi  yang melintas di sekitar tempat terjadinya kebakaran sudah sangat mengganggu.

“Itu murni kelalaian perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan tersebut, karena kejadiannya sudah berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu, dan kelalain itu juga akibat tidak adanya peralatan pencegahan api, padahal perusahaan-perusahaan yang mengalami kebakaran tersebut tergolong perusahaan besar di daerah itu,” ungkapnya.

Harusnya, setiap perusahaan memiliki peralatan pencegahan kebakaran, sehingga apabila ada kejadian seperti ini, tidak ada yang dirugikan. “Kalau ada peralatan pemadam kebakaran tidak mungkin kejadiannya sebesar ini, tapi perusahaan tidak memikirkan dampaknya,”tuturnya. Dengan adanya kejadian seperti ini menggambarkan perhatian perusahaan-persahaan di wilayah itu minim terhadap lingkungan.

Ia juga meminta kepada pemerintah harus benar-benar intens untuk memantau perkembangan khususnya dampak asap dari kebakaran yang ada terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

“Untuk itu harus ada sosialisasi ke masyarakat, terhadap apa-apa yang penting untuk ditindak lanjuti guna mengantisipasi kemungkinan penyakit yang timbul dari udara yang telah tercemari oleh asap dari kebakaran tersebut,” lanjutnya.

Arsidin juga menambahkan, setelah hal tersebut dapat diselesaikan, perlu adanya dilakukan sebuah investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

“Jika nantinya ditemukan adanya unsure kelalaian, tentu kita berharap kepada pihak yang berwenang untuk memberi sanksi tegas,” tukas politisi dari partai Golkar tersebut.

Dan untuk mengatasinya, ia menjelaskan, yang paling penting adalah kerjasama semua pihak khususnya antara pihak pemerintah dan perusahaan yang memiliki kebun untuk secepatnya melakukan upaya-upaya teknis agar kebakaran tidak bertambah meluas.

“Perlu tindakan teknis dari pihak pemerintah dan perusahann untuk cepat dan taktis mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi tidak meluasnya kebakaran tersebut. Kita berharap api dapat segera dipadamkan, dan untuk itu perlu kerjasama semua pihak agar dampaknya bisa diminimalisasi,” tegasnya. (wan/yza) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut