Kain Tenun Khas Sipirok jadi Primadona di PRSU


0
Petugas dan penjaga paviliun Pemkab Tapsel serta undangan mengenakan pakaian berbahan kain tenun Sipirok, sebagai bentuk promosi dan kebanggaan daerah. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)
Petugas dan penjaga paviliun Pemkab Tapsel serta undangan mengenakan pakaian berbahan kain tenun Sipirok, sebagai bentuk promosi dan kebanggaan daerah. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Kain tenun khas Sipirok, yang dirangkai dari benang oleh tangan terampil remaja-remaja melalui Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), menjadi primadona di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2015, di dalam paviliun Pemkab Tapsel.

Pantauan Metro Tabagsel, sejak pembukaan hingga hari kedua Sabtu (21/3), para pengunjung paviliun Pemkab Tapsel di PRSU, begitu antusias dan tertarik dengan hasil kerajinan masyarakat tersebut.

Para petugas paviliun Pemkab Tapsel baik penjaga maupun penerima tamu, bahkan pejabat yang hadir dari Tapsel secara keseluruhan mengenakan pakaian dari kain tenun Sipirok tersebut, sehingga menimbulkan kesan yang tampil beda dengan daerah lainnya.

Selain itu, beberapa pengunjung PRSU dari daerah tetangga di Tabagsel, ternyata juga mengenakan pakaian dari kain tenun Sipirok tersebut, seperti Kabupaten Madina, Palas dan juga Paluta.

Sementara di dalam paviliun Pemkab Tapsel, beberapa pengunjung juga bisa memilih kain tenun yang telah jadi pakaian, dan juga yang masih dalam bentuk bahan. “Kainnya sangat khas dan berkualitas makanya saya pengen membeli,” ucap Nuhaida Harahap (50) salah seorang pengunjung yang berasal dari Binjai.

Dikatakannya, informasi tentang kain tersebut sebenarnya telah diketahuinya sejak lama, namun tak pernah ada kesempatan untuk membelinya ke Tapsel. “Kami jarang pulang kampung, makanya gak sempat, makanya saya sengaja ke sini untuk melihat dan membeli kain itu,” terangnya.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu melalui Kabag Humas Pemkab Tapsel Anwar Efendi Simanungkalit, Minggu (22/3) mengatakan, Pemkab Tapsel akan senantiasa mendorong berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya.

“Pemkab juga mewajibkan seluruh pegawai untuk mengenakan pakaian tenun pada hari Kamis. Ini adalah salah satu upaya membuka peluang agar kain tersebut menjadi sumber perekonomian masyarakat kita. Selain itu, di berbagai even promosi seperti pekan raya dan pamaeran lainnya, Pemkab melalui Dekranasda dan Diskoperindag selalu mempromosikan kain tersebut sehingga dapat diketahui warga di luar daerah, dan ke depan secara perlahan dapat melirik potensi itu,” terang Simanungkalit. (ran/metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut