Kapolres Tapsel sesalkan viralnya berita yang telah kadaluarsa


0

Tapanuli Selatan – Kepala Keposian Resort (Kapolres) Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP. Mohammad Iqbal harahap, S.Ik, M.Si menyesalkan pemviralan berita yang telah kadaluarsa di media sosial (medsos), yakni terkait munculnya kembali berita tentang penganiayaan salah seorang imam mesjid M Nafis Batubara di Mesjid Al Ikhlas, Jalan Alboin Hutabarat, Padangsidimpuan, yang terjadi 4 tahun silam tepatnya pada tanggal 18 Juli 2013 oleh oknum anggota Polres Tapsael Bripka Syawal Harahap, namun berita kembali di posting di medsos, dengan merobah tanggal kejadian seolah terjadi pada Sabtu 28 Mei 2017.

“Saya sangat menyesalkan pemviralan berita tersebut, padahal kejadian 4 tahun lalu dan kasusnya telah inkrah, namun dimunculkan kembali oleh oknum tidak bertanggungjawab, dengan merobah tanggal kejadian tersebut. Saya imbau masyarakat jangan sampai salah menilai dan memviralkan berita penganiayaan tersebut,“ ujar Kapolres didampingi Dandim 0212/TS Letkol ARM Azhari, Kasat Intel Polres Kota Padangsidimpuan, PC NU Oka Hazmi Siregar dan korban penganiayaan M Nafis Batubara di ula Pratidina Mapolres Tapsel, saat acara klarifikasi berita hoax yang beredar, Senin, (29/5)

Kapolres mengakui pada peristiwa 4 tahun lalu, tersangka Bripka Sawal Harahap yang merupakan anggota Polres Tapsel melakukan pemukulan kepada M Nafis Batubara saat menjadi imam sholat Taraweh di mesjid Al Ikhlas Jalan Alboin Hutabarat, Padangsidimpuan.

Atas pertistiwa tersebut, tersangka Sawal Harahap menjalani proses persidangan dalam kasus penganiayaan dan tersangka menjalani hukuman.

Sementara kepada pihak korban, jajaran Polres Tapsel juga telah meminta maaf kepada seluruh ummat Muslim khususnya di Kota Padangsidimpuan dan dilakukan perdamaian disaksikan para tokoh agama di Kota Padangsidimpuan dan persoalan telah dianggap selesai.

Sayangnya kejadian tentang penganiayaan tersebut saat ini kembali disebar luaskan oleh oknum tak bertanggung jawab melalui media sosial Whats App (WA) dengan tanggal dan waktu kejadian yang diubah yakni tertanggal 28 Mei 2017. Sontak berita tersebut menjadi viral seketika dan bisa berdampak terhadap keamanan. Akibat dari pemberitaan bohong (Hoax) tersebutpun menjadi  perbincangan hangat masyarakat Kota Padangsidimpuan khususnya.

“Guna mengantisipasi terkait penyebaran berita hoax ini dan bisa menimbulkan perpecahan dimasyarakat Kota Padangsidimpuan khususnya, kami melakukan klarifikasi sekaliggus menghadirkan langsung korban penganiayaan M Nafis Batubara, guna menjelaskan kepada masyarakat mengenai kejadian yang sebenarnya,“ jelas Kapolres.

Kapolres juga menyatakan, secara pribadi ia sangat menyayangkan beredarnya berita ini, dengan munculnya kembali berita terkait kejadian penganiayaan tersebut oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Semoga masyarakat dapat memahami dan jangan terpancing oleh pemberitaan yang tidak ada unsur kebenarannya di media sosial tersebut.

“Benar kasus penganiayaan tersebut dilakukan oleh anggota kita, akan tetapi peristiwa yang sebenarnya terjadi pada 18 Juli 2013 yang lalu.

Sedangkan Sawal Harahap yang melakukan penganiayaan tersebut sudah menjalani hukumannya sesuai surat bukti Kutipan Pengadilan nomor: 630/Pid.B/2013/PN.Psp bahwa saudara Sawal telah diadili dan berdasarkan keputusan dari Kementerian Hukum dan Ham Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Padangsidimpuan Surat Lepas W2E18 PK 01.01.02 – 023, jelas bahwa proses hukum terhadap saudara Sawal telah dijalaninya. Jadi saya memastikan bahwa berita tersebut adalah Hoax “  tegas Kapolres.

Ditambahkannya, dengan beredarnya berita Hoax tersebut berarti ada pihak pihak tertentu yang ingin menggangu ketenangan dan kenyamanan umat muslim yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini.

“Sekali lagi kami meminta agar masyarakat Tapsel dan Padangsidimpuan jangan sampai terpancing oleh hal tersebut dan jangan memviralkan berita yang tidak memiliki unsur kebenaran ini. Marilah kita menjaga ketentraman, keamanan dan ketertiban sebagai masyarakat yang tingal di bumi Dalihan Natolu ini,“ katanya

Sementara itu M Nafis Batubara selaku korban yang dihadirkan dalam pertemuan tersebut juga menjelaskan, ia sebagai korban atas kejadian tersebut juga menyayangkan pemberitaan di media sosial yang beredar ini, apalagi kejadian yang ia alami tersebut terjadi 4 tahun yang lalu.

“Jadi tidak ada penganiayaan terhadap saya seperti berita yang beredar itu. Saya sendiri pun sudah berdamai dengan keluarga pelaku, dan mudah mudahan tak ada masyarakat yang terpancing akan pemberitaan bohong tersebut,“ ujar Imam mesjid Al Ikhlas tersebut.  [harian9.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut