Kebakaran di Sabungan Jae, kerugian mencapai 500 juta


0

Sidimpuan – Kebakaran hebat terjadi Rabu (10/8) siang sekira pukul 14.00 Wib di Jalan Sutan Mangaraja Adil, Lingkungan I, Kelurahan Sabungan Jae. Empat rumah ludes dan dua rumah lainnya hangus. Salah satu korban, Rijal Siregar (46) mengaku api berasal dari rumah yang dihuninya bersama istri dan ketiga anaknya.

Saat itu, ia dan istri selepas belanja untuk keperluan warung miliknya yang berada di depan rumah yang berjarak lima meter. Tak lama, seorang warga bernama Ati berteriak karena melihat asap tebal membumbung dari dalam rumah.

“Saya berlari ke dalam (rumah). Pas kubuka pintu, asap sudah tebal, berpusar di ruang depan. Kemungkinan apinya berasal dari sambungan listrik, dari ubin-ubin triplek itu sudah besar apinya,” terangnya.

Panik, ia berteriak mencari Nenek Chaniago yang sudah berusia 80 tahun. Nenek yang juga mertuanya itu, ditemukan di belakang rumah ketika hendak menjemur pakaian.

“Saya takut, mau selamatkan Nantulang itu, karena sudah tua, saya cari rupanya ada di belakang rumah sedang menjemur pakaian. Kemungkinan itu korsleting listrik, karena tidak ada yang menyalakan api di dapur saat itu. Api ini juga saya lihat pertama kalinya dari ruang depan, tempat mesin jahit. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” jelas pria yang sehari-hari berdagang di warung jajanan miliknya di depan rumah yang telah rata dengan tanah.

Selanjutnya, setelah api mulai menjilati satu per satu bagian rumah dan merambat ke rumah beton dua pintu, milik Poniman (70) yang berada tepat di sebelah kanan rumah Rijal dan sebelah kiri yang berbahan papan milik Syahril (50). Selain itu, turut juga  terbakar sedikit bagian rumah milik Mardan Ritonga (40) dan Arifin Rangkuti.

Dugaan korsleting listrik juga disampaikan Kepala Lingkungan I Syawaluddin Siregar, kepada Metro Tabagsel. “Penyebabnya diduga akibat korsleting listrik dari rumah Khomsatun. Itu yang dilihat warga sekitar sini,” ujarnya.

Saat kebakaran terjadi, api cepat merambat ke rumah sebelahnya. Sumber api diduga berasal dari loteng rumah tersebut. Warga yang menyaksikan langsung berusaha menyelamatkan barang-barang (perabotan rumah, red) seadanya.

“Apinya cepat merambat, kondisinya saat itu angin kencang. Warga sekitar langsung  memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik korban,” tuturnya.

Pada saat peristiwa itu, lanjutnya, korban yang mengetahui rumahnya terbakar langsung histeris, bahkan sempat pingsan. “Korban belum juga tenang. Soalnya tadi ada juga yang sempat pingsan,” pungkasnya.

Kapolsek Hutaimbaru AKP Tony Simanjuntak memaparkan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Akhirnya sekitar pukul 15.35 WIB, warga dibantu petugas pemadam kebakaran dan lainnya berhasil memadamkan api.

“Hampir dua jam, petugas Damkar bersama enam unit kendaraan yang turun dibantu warga dan pihak lainnya dapat memadamkan api,” sebut Kapolsek yang ikut turun ke lokasi kebakaran.

Adapun jumlah rumah yang terbakar, masing­masing milik Mardan Ritonga (48), Syahril (50), Rizal Siregar (46), Arifin Rangkuti (48) dan dua unit rumah milik Ponimin (70).

Saat ditanya apa dugaan penyebab kebakaran dan asal api, Kapolsek mengaku belum mengetahuinya. Namun, kerugian materil ditaksir hingga ratusan juta. “Untuk korban jiwa tidak ada, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp500 juta,” tukasnya. (yza, mag 01/bsl /metrotabagsel.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut