Kebakaran Sidimpuan, Semua Habis, Hanya Baju di Badan yang Tersisa


0
Kondisi rumah R Hutapea yang rata dengan tanah pasca musibah kebakaran, Minggu (17/11). (Foto: Oryza Pasaribu)
Kondisi rumah R Hutapea yang rata dengan tanah pasca musibah kebakaran, Minggu (17/11). (Foto: Oryza Pasaribu)

SIDIMPUAN– Rumah semi permanen milik keluarga Ramadhan Hutapea (51), warga Jalan Sudirman/ Merdeka, yang hangus terbakar, pada Sabtu (16/11) sekitar pukul 17.30 WIB lalu, diduga karena hubungan arus pendek (korsleting,red) dari ruang tengah. Kepada METRO, Minggu (17/11), keluarga korban, Hartini boru Siregar (45), dan Eri (21) saat ditemui di salah satu rumah yang menjadi tempat tinggal mereka sementara, di Jalan Pangeran Alibasa Sigiringgiring, Psp, menceritakan, Sabtu (16/11) sekitar pukul 15.00 WIB, Hutapea pergi ke sawah yang berada tidak jauh dari rumah mereka.

Setengah jam kemudian disusul oleh istrinya, Hartini Boru Siregar. Dan, tinggal di rumah adalah Eri Mantino, anak mereka yang sedang dalam keadaan kurang sehat.  Keduanya, sama sekali tidak mengetahui kejadian yang telah menghanguskan rumah warisan keluarga yang sudah berusia 50 tahun tersebut.

“Saya sama sekali enggak tahu kejadian itu, karena pada waktu kejadian saya sedang berada di sawah bersama istri saya. Dan kebetulan yang berada di rumah ada salah seorang anak saya yang sedang dalam keadaan kurang sehat,” ujar Hutapea.

Sampai saat ini, Hutapea dan keluarganya merasa tidak percaya dengan kejadian tersebut. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda ataupun firasat yang menunjukkan akan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. “Sampai sekarang saya masih merasa tidak percaya dengan musibah ini. Semua terjadi begitu cepat, dan sedihnya lagi, tidak ada satupun harta benda kami yang dapat diselamatkan. Semuanya hangus terbakar,” ucap Hutapea dengan mata yang masih terlihat sembab.

Sementara itu, Eri (21) salahseorang anak Hutapea yang pada saat kejadian berada di rumah menjelaskan, sudah sekitar satu Minggu ia berada di rumah. Pasalnya, ia sedang kurang sehat. Pada saat kejadian tersebut, mulanya Eri tidak mengetahuinya sama sekali, sebab ia sedang berada di dalam kamar.

Ketika asyik bermain gitar di dalam kamarnya, tiba-tibak Eri mendengar suara dari arah luar. Mendengar itu, spontan Eri ke luar dan melihat ke arah ruangan tengah. Eri terkejut bukan main saat melihat api dan asap hampir memenuhi seluruh bagian rumahnya. Melihat itu, Eri pun ke luar rumah dan berusaha minta pertolongan kepada warga sekitar.

“Mulanya saya lagi tidur-tiduran sambil main gitar di alam kamar, memang saat itu hanya saya sendiri di rumah, sedangkan orang tua ke sawah. Saat bermain gitar, tiba-tiba saya dengar bunyi ‘kretek kretek’ dari luar kamar. Terus saya ke luar, dan saya lihat di bagian ruangan tengah sudah penuh dengan asap dan api. Enggak tahu lagi mau buat apa Bang, sampai saya campakkan gitar saya, terus saya ke luar rumah tanpa sempat menyelamatkan apapun,” ujar Eri yang masih terlihat shock mengingat kejadian itu.

Rupanya, setelah Eri berhasil ke luar dari rumah, warga telah berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Tidak berapa lama, petugas pemadam kebakaran berdatangan dan berusaha untuk memadamkan api yang sudah menghabisi rumah korban yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut.

“Enggak ada satu pun yang bisa saya selamatkan waktu itu. Alhamdulillah saat kejadian saya berhasil menyelamatkan diri. Jadi hanya baju yang kami (keluarga korban,red) pakai ini saja harta benda kami satu-satunya,” ujar mahasiswa jurusan Ekonomi ini. “Semua surat-surat penting, seperti surat tanah, ijazah dan harta benda lainnya hangus terbakar Bang,” sambung Eri sedih.

Amatan METRO di sekitar lokasi kejadian tepatnya di Jalan Sudirman/ Merdeka Kelurahan Sigiringgiring, Psp Utara, Psp, memberikan pertolongan kepada keluarga korban. Cokyan (34) warga sekitar mengatakan, untuk membantu mengurangi beban keluarga korban, ia bersama warga lainnya, mengadakan aksi solidaritas dengan meminta sumbangan kepada pengguna jalan yang melintas dan juga kepada warga sekitar.

Dan, seluruh hasil dari sumbangan tersebut, akan diberikan langsung kepada pihak keluarga, yang saat ini menumpang di salah satu rumah saudara mereka. “Sampai saat ini masih sekadar sumbangan dari para pengguna jalan dan warga sekitar yang dapat kita berikan untuk membantu keluarga korban. Aksi solidaritas ini atas inisiatif warga dengan Kepling dan lurah setempat,” ucap Cokyan. (mag 01) (metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut