Komisi III DPRD Padangsidimpuan Minta Apotek KPN Ditutup


0
Apotek KPN Sejahtera yang berada persis di samping ruangan IGD RSUD Kota Psp. (Foto: Oryza Pasaribu)
Apotek KPN Sejahtera yang berada persis di samping ruangan IGD RSUD Kota Psp. (Foto: Oryza Pasaribu)

SIDIMPUAN– Komisi III DPRD Padangsidimpuan meminta agar Apotek KPN di Komplek RSUD ditutup. Sebab sesuai hasil rapat dengar pendapat yang diadakan Komisi III pada Jumat (8/11), dimana dibahas tentang ketidakjelasan Apotek tersebut yang diduga tidak pernah menyumbang PAD.

Parahnya lagi, keberadaan Apotek tersebut sudah melanggar peraturan pemerintah nomor 51 tahun 2009 tentang kefarmasian dan Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Kepada METRO, Kamis (14/11) Ketua Komisi III Fraksi Demokrat H Khoiruddin Nasution SE menjelaskan, sesuai dengan hasil keputusan rapat dengar pendapat yang diadakan pada Jumat (8/11) lalu yang membahas keberadaan Apotek KPN Sejahtera yang bertempat di RSUD Kota Psp, diketahui semenjak berdiri hingga sekarang, apotek sama sekali tidak pernah memberikan sumbangan PAD yang berarti.

Bahkan keberadaan apotek tersebut sudah melanggar hukum dan peraturan pemerintah. “Apotik KPN Sejahtera yang berada di lingkungan RSUD Kota Psp sudah menyalahi aturan pemerintah yang tercantum pada nomor 51 tahun 2009 bab III pasal 54 tentang kefarmasian dan juga melanggar Undang-undang nomor 44 tahun 2009 bab V pasal 15 ayat 3 tentang rumah sakit,” tukasnya. Selanjutnya, Ketua Partai Demokrat Kota Psp itu juga menambahkan, perjanjian kontrak gedung sudah kadalurasa, sebab diketahui masa berakhirnya pada tahun 2004 yang lalu. Ia juga menduga ada persekongkolan yang dilakukan oleh pihak pengelola apotek dengan pejabat Pemko Psp.

“Saya juga sudah melakukan investigasi dan menyelidiki harga-harga obat di apotek KPN tersebut. Ternyata harganya sangat mahal dibandingkan apotek lainnya. Dan pastinya, hal tersebut membuat masyarakat dirugikan. Mengenai jam waktu bukanya sampai 24 jam, tidak ada sama sekali. Bahkan menurut warga sekitar, pukul 12 malam apotek sudah tutup,” jelas Khoiruddin.

Ia menegaskan dan meminta kepada Pemko Psp untuk segera menutup tempat tersebut dengan alasan bangunannya milik Pemko, bukan milik pegawai rumah sakit. Selain itu ia juga meminta agar secepatnya mengaktifkan kembali instalasi farmasi yang selama ini sebenarnya ada di dalam.

“Saya minta Pemko Psp tegas dalam hal ini. Atas nama Ketua Komisi III yang membidangi masalah tersebut, dengan tegas meminta apotek tersebut ditutup dan mengaktifkan kembali instalasi farmasi yang sebelumnya sudah ada,” tegas Khoir.

Sementara Dirut RSUD Kota Psp dr Aminuddin yang hendak dikonfirmasi tentang masalah tersebut, belum berhasil ditemui. Sedangkan nomor telepon selulernya tidak aktif. Pada berita sebelumnya, RSUD Kota Padangsidimpuan membantah dan mengatakan bahwa Apotek KPN selalu menyumbangkan PAD ke Kota Psp.

“Apotek KPN selalu meyumbangkan Pendapatan Asli Daerah melalui instansi RSUD Kota Padangsidimpuan. Dan sejak berdiri di RSU, Apotek KPN telah memberikan sumbangan PAD Kota Padangsidimpuan dan harga obat-obatannya tidak pernah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” ungkap Dirut RSUD Aminuddin bersama Wadir Lagut Simanjuntak serta Kepala Apotek KPN Drs Ady Suprapetno, Kamis (31/10).

Direktur RSUD mengatakan,  keberadaan apotek KPN di RSUD ini tidak pernah merugikan pasienRSUD Kota Psp, baik dalam bentuk pelayanan maupun harga obat-obatan yang berada di apotek tersebut. Sedangkan waktu buka apotek KPN ini selalu 24 jam, sebab tidak ada apotek lain di Kota Psp ini yang buka 24 jam.

“Apotek tersebut tidak pernah tutup, sebab pasien yang memakai jamkesmas yang ingin mengambil obat-obatan akan terkendala jika waktunya dibatasi. Maka dari itu setahu kami apotek KPN tidak pernah bermasalah dalam hal pelayanan terhadap pasien, begitu juga dengan sumbangan PAD yang diberikan Apotek KPN,” terangnya.

Sementara Kepala Apotek KPN mengatakan, perbedaan harga Apotek KPN RSUD dengan apotek lain yang berada di Kota Padangsidimpuan ini merupakan hal yang wajar selagi harga obat-obatan yang dijual tersebut tidak melebihi harga eceran tertinggi. Sedangkan PAD yang diberikan Apotek KPN terhadap Pemko disalurkan melalui instansi RSUD, yaitu dengan besaran yang telah ditentukan.

Selanjutnya, pada tahun 2012 lalu besaran retribusi Apotek KPN yang diberikan terhadap RSUD Kota Psp untuk menyumbangkan PAD sebesar Rp400 ribu. Dan tahun 2013, retribusi yang dikeluarkan apotek KPN bertambah, yaitu sebesar Rp500 ribu. Retribusi yang dibayarkan tersebut telah termasuk sebagai sewa bangunan dan lainnya yang menyangkut keberadaan apotek KPN. (mag-01) (metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut