Konferensi PWI Tabagsel Diprediksi Ketat


0
Foto Bersama: Empat kandidat Ketua PWI Tabagsel periode 2013-2016 masing-masing Hairul Iman Hasibuan (HR Analisa) dan Riswandy (HR Realitas), Mohot Lubis (HR Waspada),  Kodir Pohan (HR Realitas) foto bersama usai menyatakan kesiapannya maju pada konferensi PWI Perwakilan Tabagsel yang akan digelar 5 Desember 2013 mendatang.
Foto Bersama: Empat kandidat Ketua PWI Tabagsel periode 2013-2016 masing-masing Hairul Iman Hasibuan (HR Analisa) dan Riswandy (HR Realitas), Mohot Lubis (HR Waspada), Kodir Pohan (HR Realitas) foto bersama usai menyatakan kesiapannya maju pada konferensi PWI Perwakilan Tabagsel yang akan digelar 5 Desember 2013 mendatang.

Padangsidimpuan, (Analisa). Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) diprediksi bakal ketat karena munculnya sejumlah nama baru yang siap bertarung pada 5 Desember 2013 mendatang.

Informasi dihimpun Analisa, Kamis (21/11), sejumlah nama yang bakal meramaikan bursa calon ketua PWI perwakilan Tabagsel itu, Riswandy (Harian  Realitas), Hairul Iman Hasibuan (HR Analisa), Nimrot Siregar (HR SIB), Mohot Lubis (HR Waspada),  Kodir Pohan (HR Realitas), Sukri Falah Harahap (HR Waspada), Laidin Pohan (HR Perjuangan) dan Muhammad Yusuf (HR Berita Sore/ incumbent).

Munculnya sejumlah nama itu, mengindikasikan konferensi PWI perwakilan Tabagsel kali ini akan sangat ketat karena nama-nama yang muncul sudah cukup dikenal baik diinternal maupun eksternal PWI.

“Banyaknya figur baru yang maju patut diapresiasi, ini membuktikan tingginya dinamika dalam tubuh organisasi PWI Tabagsel, “ujar sesepuh PWI Tabagsel Ismail Pohan yang juga mantan Ketua PWI Tabagsel kepada Analisa.

Diakuinya, setiap pagelaran konferensi PWI Tabagsel yang digelar  tiga tahunan ini selalu berlangsung ketat dan panas. “Sepanjang pegelaran konferensi PWI perwakilan Tabagsel selalu ketat dan panas. Kondisi itu saya yakini juga bakal terjadi merujuk dari figur yang muncul saat ini,” ungkapnya.

Di sisi lain Ismail Pohan menilai, peluang incumbent dalam konferensi ini cukup kecil mengingat besarnya keinginan perubahan dari para anggota PWI Tabagsel.

“Gerakan perubahan sangat menggema diinternal PWI Tabagsel, ini isyarat adanya keinginan anggota dipimpin figur baru yang benar-benar mampu mengangkat citra dan kebesaran organisasi yang belakangan surut, ” terangnya.

Disinggung figur yang layak memimpin PWI Tabagsel ke depan Ismail enggan berspekulasi.

“Bagi saya, siapapun figurnya yang penting sosok yang benar-benar tulus dan mampu membesarkan dan menjalankan roda organisasi serta peka terhadap aspirasi anggota bukan yang hanya  yang mementingkan diri sendiri,” tegasnya.

Hal senada dikatakan sesepuh PWI Tabagsel lainnya Syarifuddin Nasution dan Basyrah Batubara yang sepakat adanya gerakan perubahan ditubuh PWI Tabagsel.

“Para pengurus kedepan haruslah figur yang mampu mengulang sejarah kejayaan PWI Tabagsel. Bangunlah dari tidurmu, berteriaklah, bergemalah kembali PWI ku,” ujar keduanya.

Terpisah, Riswandy salah seorang kandidat PWI Tabagsel menegaskan optimismenya atas gerakan perubahan ditubuh PWI Tabagsel. “Peluang figur baru sangat besar memimpin PWI Tabagsel, makanya saya optimis bertarung dalam konferensi, “tegasnya.

Namun kata Riswandy, gerakan perubahan itu bisa gagal jika kemudian para anggota tergilas dengan permainan money politik. “Berhasil tidaknya perubahan tergantung siap tidaknya kawan-kawan PWI Tabagsel ketika dibenturkan dengan money politik,” katanya.

Riswandy mengajak, para anggota PWI Tabagsel khususnya yang memiliki hak suara untuk mengedepankan hati nurani dan menghindari money politik.

“Mari bersama menolak money politik, memilihlah atas dasar hati nurani, semoga dengan itu organisasi yang kita cinta ini bisa kembali berkibar diTabagsel, ” imbuhnya. (hih) (Analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut