Kotak Suara Dirusak Anggota PPS Dipukul


0

Penghitungan suara di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan Sosa diwarnai kericuhan. Bahkan, di Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), massa yang berjumlah ratusan merusak kotak suara dan memukul seorang anggota PPS.

Selasa (15/4) di kantor Kecamatan Sosa sekitar pukul 16.00 WIB, penghitungan suara sempat dihentikan sementara atas kesepakatan panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan para saksi. Sebab, di luar ruangan terjadi keributan. Ada warga yang melempar batu ke atap ruangan.

Menurut Ketua PPK Sosa Raja Mahmud Lubis, sekitar 15 menit sebelum kericuhan, pihaknya sempat berkoordinasi dengan Panwaslu dan Camat. Saat bersamaan, massa menyerang dua anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari Desa Haruan dan Hapung yang berada di dalam ruangan. Massa juga merusak sebagian kotak suara.

“Massa memukuli anggota PPS Hapung, Ali Umri hingga luka parah. Dan, saat ini sedang dirawat di Puskesmas Pasar Ujung Batu. Sedang anggota PPS satu lagi sempat dikejar-kejar massa. Massa juga merusak kotak suara,” terang Raja.

Raja menambahkan, kejadian yang di luar dugaan ini berlangsung begitu cepat. Akibat kejadian ini, total kotak suara yang utuh tinggal 250 kotak, 22 kotak rusak dan 12 kotak hilang karena dibawa kabur massa. “Kejadian itu cepat. Massa sempat membawa kotak suara. Setelah kita hitung yang hilang ada 12 kotak, yang dirusak ada 22 kotak, dan yang utuh 250 kotak,” katanya.

Selanjutnya masalah ini diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Penghitungan Sempat Ditunda

Penghitungan surat suara yang dilaksanakan PPK Psp Selatan disaksikan Panwascam dan saksi dari masing-masing Parpol di aula kantor Camat Psp Selatan, Senin (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB, juga ricuh. Pasalnya ditemukan hasil suara yang ada di D1 tidak sesuai dengan C1 Plano di TPS 17 Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Psp Selatan.

Khoiruddin Nasution, salah seorang caleg dari Partai Demokrat nomor urut 1 Dapil 3 Kecamatan Psp Selatan, mengatakan, saat penghitungan rekapitulasi suara oleh pihak PPK di aula Kantor Camat Psp Selatan, Senin (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB, ia menemukan hasil suara tidak sesuai dengan yang sebelumnya, yang diterima saksinya dari partai Demorat di TPS 17 pada Pileg 9 April kemarin.

“Hasil yang diterima dan dicatat oleh saksi saya pada saat penghitungan suara DPRD Kota Psp di TPS 17 Kelurahan Ujung Padang adalah 37 suara, dan mengapa pada saat penghitungan di PPK berubah menjadi 7 suara, ke mana 30 suara lagi?” tanya Khoir.

Mendapat hal tersebut, Khoir meminta PPK untuk membuka kotak suara dan melihat rekap kertas Plano C1 yang berisikan berapa hasil suara yang real didapatnya. Namun, Panwascam selaku pengawas menolaknya dengan alasan hasil tersebut sudah dianggap sah.

Lalu, Khoir yang ikut pada pertarungan Pileg 2014 dari Partai Demokrat yang mendengar hal itu terlihat berang dan tetap menuntut agar kotak suara di TPS 17 tersebut dibuka. “Ada apa ini? Mengapa giliran Demokrat dan saya sebagai Calegnya tidak diperbolehkan untuk melihat hasilnya?

Dari awal masing-masing Parpol lainnya diperbolehkan untuk melihat kertas Plano C1 untuk membandingkan apakah sesuai atau tidak. Begitu giliran saya malah pihak Panwas menolaknya tanpa alasan yang kuat dan jelas,” teriak Khoir marah di hadapan PPK dan Panwas disaksikan puluhan saksi dan warga sekitar.

Beberapa saksi dari partai lain juga menuntut pihak PPK dan Panwas untuk tetap membuka kotak suara yang ada, yaitu untuk TPS 17 Kelurahan Ujung Padang. “Kita kan sudah komit dari awal, jika terjadi ketidak sesuaian dengan hasil yang ada, pihak PPK dan Panwas bersedia untuk memperlihatkan kertas Plano CI sebagai acuan yang akurat. Tapi mengapa seperti ini kejadiannya, bahkan jika di kertas plano C1I tidak juga sesuai, bisa juga kita buka surat suaranya untuk membuktikan fakta yang sebenarnya,” teriak beberapa saksi dari Parpol lainnya.

Situasi memanas, akhirnya pihak PPK terpaksa menskors waktu penghitungan hingga beberapa saat. Namun, ketika perhitungan akan dimulai lagi, pihak PPK dan Panwas malah memutuskan kegiatan rekapitulasi tersebut dipending hingga esok hari.

Pihak Panwas tampak meninggalkan tempat sebelum ada kesepakatan dari seluruh saksi yang hadir setelah sebelumnya mengancam pihak KPU yang datang dan turut berkomentar mengenai permasalahan tersebut untuk dilaporkan ke pihak DKPP.

“Penghitungan akan kita lanjutkan esok hari. Dan, kami akan melaporkan pihak komisioner KPU yang turun langsung dan ikut berkomentar dalam masalah ini ke dewan kehormatan penyelenggara pemilu,” ucap petugas Panwas Ahyar Rangkuti sambil meninggalkan ruangan.

Sementara itu, Anggota KPU Kota Psp, Muktar Helmi dan Arbanur Rasyid yang hadir dan menyaksikan kericuhan tersebut, mengatakan, jika memang terjadi perbedaan antara C1 milik saksi dengan yang dibacakan oleh pihak PPK, cukup melihat C1 plano, karena itulah embrio seluruh catatan hasil penghitungan di TPS. “Menurut kami itu sah-sah saja. Lagipula dari awal mereka juga sepakat untuk membuka kotak suara dan memperlihatkan kertas plano C1 nya,” ujar Muktar yang mencoba untuk mendinginkan suasana.

Pukul 23.30 WIB, suasana akhirnya redam. Para saksi dari masing-masing Parpol meminta kotak suara yang menjadi permasalahan untuk dapat diamankan lebih baik lagi, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami minta kotak suara untuk dapat dijaga lebih ketat lagi. Untuk ini kami meminta kepada pihak PPK, agar kotak dikunci dan disegel dan kemudian kuncinya diberikan kepada pihak kepolisian,” pinta para saksi.

Akhirnya, penghitungan suara untuk DPRD Kota Psp Dapil 3 Kecamatan Psp Selatan ditunda. Tampak para petugas dari Polres Kota Psp dibantu dari saksi masing-masing Parpol berjaga di Kantor Camat Psp Selatan.

Rabu (15/4), H Khoiruddin Nasution, merasa sangat dirugikan dengan sikap pihak PPK dan Panwas yang terkesan tebang pilih dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Namun, ia juga merasa puas dan senang setelah apa yang dituntut sebelumnya akhirnya disetujui.

Ia menyaksikan jumlah suaranya yang diketahuinya untuk TPS 17 Ujung Padang adalah benar berjumlah 37 suara bukan 7 suara seperti yang diungkapkan pihak PPK dan Panwas.

“Alhamdulillah, jumlah suara saya yang sebelumnya dinyatakan berkurang, setelah secara bersama-sama kita sesuaikan dengan hasil C1 planonya, akhirnya terbukti nyata. Dan, dari sini kita ketahui ada kecurangan yang sengaja dilakukan. Diharapkan kepada seluruh saksi Parpol lainnya untuk tetap menjaga dan mengawal hingga proses penghitungan ini selesai,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai urutan posisinya, Khoir tersenyum. Ia optimis, walaupun tidak berada pada posisi atas, ia tetap yakin untuk dapat duduk kembali di kursi DPRD Kota Psp. “Menurut hasil perhitungan yang kami lakukan, walaupun tidak berada di posisi teratas. Namun untuk 10 besar, saya optimis untuk duduk di Kursi DPRD Kota Psp kembali,” pungkas pria yang dikenal vokal tersebut. (tan/yza) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut