Longsor Aek Latong Sipirok Semakin Susah Diatasi


0

Peristiwa longsor kembali mendera badan jalan di kawasan Aek Latong Kec. Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara sejak sebulan terakhir ini. Tokoh masyarakat Sumatera Utara DR (Phil) Dharma Indra Siregar (Dharmais) mengingatkan pejabat publik maupun tokoh masyarakat, khususnya di Tapanuli Selatan (Tapsel) jangan sok menjadi ‘Pahlawan’ menyebut kawasan Aek Latong sudah aman dari longsor, terbukti kemarin masih juga terjadi seperti di kawasan Batu Jomba yang berjarak ratusan meter dari Aek Latong.

Penegasan itu disampaikan tokoh bergelar Baginda Raja Gorga Pinayungan (BRGP) kepada wartawan di Medan, Rabu (13/11), menanggapi longsor jalan lintas Sumut di Aek Latong, yang kini belum ada penyelesaiannya. Menurut Ompu Ja Samalop Sipirok Bagas Godang (OJS-SBG) ini, Bupati Tapsel Drs. H. Syahrul M. Pasaribu seolah-olah ingin jadi pahlawan di masa kepemimpinannya ini hanya karena pernah membangun jalan di Aek Latong. Tetapi nyatanya, kemarin, Aek Latong kembali longsor,” kata Dharmais.

Bupati Tapsel, harus paham, sejak zaman Belanda, hingga bupati pertama di Tapsel, masalah Aek Latong tak akan pernah selesai. Sebab, kawasan itu merupakan kawasan lempeng atau patahan bumi yang setiap saat bisa saja longsor. Jadi, katanya, harus dicari solusi dengan mencari jalan alternative. Selain itu, persoalan Aek Latong, ini sebenarnya problem nasional, bukan Pemkab Tapsel semata. Itu sebabnya saya menyarankan Pemkab Tapsel harus bersinergi dengan berbagai pihak, seperti Pemkab Taput yang berbatasan langsung dengan Sipirok Tapsel.

Selain, Bupati Syahrul Pasaribu juga harus menggiatkan pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat, pemuka adat, yang tahu persis persoalan tanah kelahirannya ini. Apalgi di kawasan perbatasan kedua kabupaten ini memiliki banyak jalan maupun jembatan yang rawan dan rusak. “Perlu pembahasan intensif dengan melibatkan 4 pilar masyarakat Tapsel, kahanggi, anak boru, mora dan dongan sahuta,” ujar Dharmais seraya menegaskan, dalam persoalan ini kita bukan mencari siapa ‘Pahlawan’ nya, tetapi solusi mengatasi probatika ini.

Dharmais mengingatkan, sesuai UU 37 dan 38 Tahun 2007, jelas ditegaskan bahwa ibukota Tapsel adalah Sipirok, bukan kecamatan Sipirok, Jadi, membangun Sipirok, harus tahu dulu mana cakupan wilayah yang disebut Sipirok. Sipirok menjadi pintu gerbang menuju Tapsel. Jadi, kawasan yang berada di perbatasan mulai dari Pahae Jae, hingga menuju Sipirok juga menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Sebab, sebelum menuju Aek Latong, jika kita berangkat dari Pahae Jae, masih ada lagi medan yang sangat sulit dilalui meski tidak separah Aek Latong.

Seperti Batu Jomba, Pengkolan, dan jalan setelah Aek Latong di Aek Suluh. Dan, yang longsor kemarin adalah kawasan Batu Jomba, yang juga disebut kawasan jalan yang rusak abadi. Bahkan ada dua medan yang cukup berbahaya, yakni jembatan Sihoru-horu, tak begitu jauh dari Aek Latong. Karena badan jalan yang selain kecil dan dengan permukaan yang amat buruk.

Bupati Tapsel jika ingin disebut pahlawan bagi masyarakatnya, wilayah ibukota Tapsel sesuai amanah UU 37/38 Tahun 2007, harus membangun Tapsel secara menyeluruh. Kalau pusat ibukotanya di Sipirok, harus tahu dong mana yang disebut Sipirok, dan mana pula kecamatan Sipirok. Ini jelas berbada,” katanya.

Jadi, menyangkiut soal Aek Latomg sekitarnya, Bupati harus bertanya kepada berbagai elemen masyarakat. Mestinya, pusat ibukota dimana tempatnya, harus dibahas bersama, bukan memusatkannya di Desa Kilang Papan, Kec. Sipirok.Karena yang disebut wilayah atau hayuara Sipirok meliputi Sipirok, Baringin dan Parahu Sorat,” ujarnya.

Menyinggung pembangunan jalan alternative Aek Latong, Dharmais mengatakan itu mestinya urusan pemerintah. Soal dimana dan bagaimana pembangunannya, juga jangan tanya dia, tapi serahkan pada para ahli, sehingga menanggapi masalah ini tidak tumpang tindih. Tapi, Syahrul diharap jangan berbohong, karena di masa jabatannya pernah membangun jalan di Aek Latong, dikatakannya sebagai sebuah prestasi. Ini jelas salah, persoalan Aek Latong dari dulu hingga kini tidak pernah selesai. Bupati sebelumnya saja, juga pernah membangun jalan disana, tetapi hancur juga. Dan, terbukti, kemarin jalan di kawasan Aek Latong kembali longsor. (Bar). (inspirasibangsa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut