Mahasiswa Minta Kadisdik Sibolga Dicopot


0

Sibolga – Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga (STPS) berunjukrasa di depan gedung DPRD setempat, Selasa (16/9) nyaris ricuh. Kericuhan dipicu, salah seorang pimpinan sementara DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumory melontarkan statmen dinilai provokatif dihadapan massa aksi.

Jamil menuding para mahasiswa bodoh dan tak memahami peraturan perundang-undangan yang berlaku. Padahal, mahasiswa menggelar aksi dalam batas kewajaran menuntut para anggota DPRD menerima kedatangan mereka di gedung dewan sambil menghadirkan Kadisdik Sibolga.

Pantauan di lokasi, ratusan mahasiswa yang melakukan unjukrasa masih bersikap wajar, sebagaimana biasa tuntutan aksi massa damai. Mereka hanya bernyanyi, menyampaikan orasi dan membentang spanduk serta beberapa poster intinya meminta walikota segera mencopot Kadisdik Sibolga Alfian Hutauruk.

Beberapa saat para mahasiswa yang menggelar aksi menyampaikan aspirasinya, anggota dewan Muchtar DS Nababan didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya menemui mahasiswa agar menyampaikan aspirasinya di ruang rapat gedung dewan. Namun tiba-tiba, pimpinan dewan sementara Jamil Zeb Tumori datang ke lokasi dengan memakai pengeras suara dengan lantang menantang para mahasiswa menunjukkan sikap arogan.

“Mana konsep kalian mahasiswa? Jangan tahu hanya menyalahkan orang dan berkoar-koar saja! Kalian mahasiswa bodoh! Baca peraturan dan berundang-undangan!” pekik Jamil Zeb Tumory.

Mendengar statemen itu, sontak mahasiswa yang semula tenang berubah melawan sikap kader Golkar Sibolga yang dinilai mereka arogan tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara mahasiswa dan Jamil Zeb Tumory. Namun kepolisian spontan menenangkan situasi, dan adu mulut dapat diatasi.

Buntut sikap Jamil yang mengaku jebolan Fakultas Hukum UMA Medan ini, para mahasiswa mengurungkan niatnya berdialog dengan anggota DPRD yang dinilai tidak aspiratif tersebut.

“Kami tak mau diterima pimpinan sementara yang tidak jelas statusnya. Kami hanya mau diterima Ketua DPRD,” teriak mahasiswa STPS.

Ratusan mahasiswa langsung beranjak dari depan gedung dewan menggelar longmarch jalan inti Kota Sibolga sembari membawa spanduk dan poster menuding oknum Kadisdik Sibolga telah mengobok-obok dunia pendidikan di Kota Sibolga.

Mencoreng

Selain itu, mahasiswa menyampaikan tuntutan agar Kadisdik Sibolga dicopot dari jabatannya. “Kami menilai Alfian Hutauruk (Kadisdik-red) telah merusak dan mencoreng mutu serta kualitas pendidikan di Kota Sibolga. Keberadaan STPS dan kami terkesan telah ‘dihancurkan’ eksistensinya. Kami dirugikan dengan mencemarkan sejumlah institusi pendidikan di Kota Sibolga,” seru orator Bonaran Laia dan Benny Situmeang.

Menurut mereka, wacana Pemko Sibolga membuka Akademi Komunitas (AK) jurusan Perikanan dikelola Dinas Pendidikan Sibolga, akan mematikan keberadaan STPS.

Padahal, menurut UU Sisdiknas perkuliahan jarak jauh tidak dibenarkan dengan alasan apapun. “UU Sisdiknas jelas menyatakan perkuliahan jarak jauh tidak dibenarkan. Demikian wacana perkuliahan Akademi Komunitas yang menurut info berpusat di Lampung itu. Kami merasa terusik dengan rencana pembukaan AK yang mempunyai jurusan yang sama dengan STPS. Kalau ada niat baik Pemko Sibolga, lebih baik menggandeng yang sudah ada tanpa harus mengeluarkan dana yang cukup besar. Pendirian Akademi Komunitas hanya mementingkan pribadi Alfian Hutauruk dan menjadikannya sebagai proyek,” ketus mahasiswa sembari menyebutkan janji Kadis Pendidikan dan Walikota Sibolga membantu STPS melalui APBD tak pernah ditepati dan direalisasi sebagaimana UU No. 12/2012 pasal 85.

Arifin Azwar Tampubolon, mantan anggota DPRD Sibolga berdomisili tak jauh dari gedung DPRD menilai sikap Pimpinan sementara yang diusung partai Golkar itu sangat arogan dan provokatif.

“Kita sangat menyesalkan sikap Jamil Zeb Tumory sangat arogan dan tak beretika. Buktinya, sebelumnya para anggota DPRD telah punya itikad baik untuk menerima para mahasiswa di gedung DPRD. Namun dengan sikap arogansi Jamil yang juga pernah kami sama bertugas, telah mempermalukan institusi yang seharusnya sopan menerima aspirasi. Tentunya dengan sikapnya itu, rakyat menjadi enggan untuk menyampaikan aspirasinya ke DPRD yang dianggap perwakilannya,” tegas Arifin Azwar yang lebih akrab disapa Putra.

Untuk itu, kata dia, seharusnya pengurus Partai Golkar Sibolga, baik di tingkat DPD II Sibolga, DPD I Golkar Sumut maupun DPP agar mengkaji ulang penghunjukan Jamil Zeb Tumory sebagai pimpinan sementara di DPRD Sibolga.

“Kita tahu partai Golkar adalah partai tertua dan sangat berpengalaman. Kita juga tahu, Pak Ajib Shah sebagai Ketua DPD I Golkar Sumut sosok yang sopan dan santun dalam berpolitik. Maka itu sikap arogan Jamil Zeb Tumory sangat bertolak belakang dan bisa mempermalukan Golkar ke depan, sebaiknya pimpinan partai mengkaji ulang penghunjukan Jamil sebagai pimpinan di DPRD Sibolga,” tukasnya. (yan) (Analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut