Mahasiswa Palas Demo Tutup Indomaret Illegal


0

PALAS – Puluhan mahasiswa dari Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al-Wasliyah (DPC-Himmah) Palas melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Palas, Rabu (12/3). Mereka menolak keras keberadaan Indomaret yang hingga sampai hari ini belum memiliki izin resmi atau ilegal,  namun sudah beroperasi.

Pasalnya, disamping ilegal, Indomaret juga disinyalir akan menimbulkan persaingan yang tidak berimbang dengan para pedagang kecil di Palas. Dalam hal ini Pemkab Palas juga dinilai belum siap menerima keberadaan Indomaret di tengah-tengah masyarakat.

M Alam Daulay didampingi M Torkis Hasibuan selaku koordinator aksi dalam orasinya menyebutkan, keberadaan Indomaret yang sudah beroperasi tersebut sangat tidak pantas diterima. Sebab selain belum memiliki izin, Indomaret dianggap sepele dengan peraturan yang ada. Terbukti, meski tidak mengantongi izin, mini market modren tersebut tetap beroperasi, tetap di depan kantor Bupati Palas.

Mahasiswa berpendapat, hal ini juga besar dugaan telah terjadi kong kali kong antara pihak Indomaret dengan Pemkab. Sebab Indomaret sebagai salah satu usaha waralaba terbesar itu dapat beroperasi dengan santai meski tidak memiliki izin.

“Kami menganggap itu ilegal karena tidak memiliki izin resmi. Tapi kok bisa ya? Apakah ada kong kali kong dengan Pemkab, makanya dapat beroperasi dengan tenang walaupun tidak ada Izin,” sebut Alam.

Torkis juga menambahkan, dugaan kuat Indomaret belum juga memiliki izin dari Pemkab,  dianggap telah melanggar ketentuan hukum yang berlaku, berupa Permen Perdagangan Nomor 46 tahun 2009 perubahan atas Permen Perdagangan nomor 36 tahun 2007 pasal 2 ayat 1 yakni setiap perusahaan perdagangan wajib memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

“Namun ini tidak sama sekali. Anehnya lagi, Indomaret tersebut sudah beroperasi sejak 2 minggu terakhir di Palas dan Pemkab terkesan diam,” sambutnya.

Untuk itu mahasiswa menuntut Pemkab bertindak tegas menutup keberadaan Indomaret di Palas yang secara jelas akan merusak mata rantai ekonomi masyarakat pedagang kecil, khususnya di Sibuhuan yang memiliki segmen pasar sama dengan Indomaret.

Massa juga menuntut agar bupati mencopot kepala Pelayanan Perizinan Terpadu Pemkab Palas. Sebab telah dianggap tidak memahami tugas dan fungsinya.

“Kita juga meminta Bupati agar menindak pengusaha Indomaret atas tindakannya yang berani membuka dan beroperasi tanpa izin dari Pemkab Palas,” tegas Torkis.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Burhanuddin tidak berhasil dihubungi terkait tanggapan atas tuntutan massa. Dan sejauh ini perkembangan izin terkait Indomaret juga belum diketahui. (tan) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut