Mahasiswa ‘Segel’ Gerbang Masuk UMTS


0
Para demonstran saat melakukan aksi dan menyegel gerbang masuk UMTS Kota Psp, Rabu (13/11). (Foto: Oryza Pasaribu)
Para demonstran saat melakukan aksi dan menyegel gerbang masuk UMTS Kota Psp, Rabu (13/11). (Foto: Oryza Pasaribu)

SIDIMPUAN– Puluhan orang yang mengatasnamakan Keluarga Besar Muhammadiyah, terdiri dari sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), melakukan aksi di depan pintu masuk kampus tersebut, Rabu (13/11) sekira pukul 07.00 WIB.

Mereka ‘menyegel’ pintu yang gerbang masuk universitas dengan maksud meminta kepada seluruh fungsionaris, dosen dan seluruh karyawan untuk menghentikan praktik kemungkaran yang menurut mereka selama ini terjadi di amal usaha organisasi Muhammdiyah tersebut.

Amatan METRO, Rabu (13/11) di depan Kampus UMTS Jalan Sutan M Arif Kota Psp, puluhan orang yang terdiri dari sejumlah mahasiswa dan pengurus pemuda Muhammadiyah Kota Psp tampak membentangkan tikar dan duduk di depan gerbang yang menjadi pintu utama.

Rudimansyah Ritonga dan Ahmad Jiman selaku kordinator aksi, dalam pernyataan sikapnya mengatakan, selama ini mereka mengetahui banyak sekali terjadi kemungkaran di birokrasi kampus tersebut. Bahkan menurut mereka, banyak fungsionaris, dosen dan karyawan di kampus itu yang tidak melakukan ibadah serta malas mengikuti kegiatan amal saleh Muhammadiyah.

“Kami melakukan aksi ini untuk menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, demi kemaslahatan umat. Sebab, selama ini kami memerhatikan perjalanan UMTS sebagai amal usaha Muhammadiyah sudah banyak melakukan penyimpangan dan kemungkaran,” tukas Rudimansyah dan Ahmad Jiman.

Menurut mereka, adapun kemungkaran yang terjadi dalam birokrasi UMTS tersebut, seperti program pembelian tanah untuk perluasan komplek UMTS, disinyalir menjadi lahan untuk mencuri kas, yang notabene sebagai amal usaha Muhammadiyah. Selanjutnya, program pengadaan barang dan jasa yang diduga di mark up dan tidak melaui prosedur yang berlaku.

Juga mengenai kebijakan pengangkatan dan penetapan senat, fungsionaris, dosen dan karyawan yang tidak memeperhatikan kepribadian ber-Muhammadiyah. Kemudian, pelayanan yang diberikan kepada para mahasiswa tidak adil dan dilakukan semena-mena.

“Seperti terjadinya penekanan dalam pengurusan skripsi, pengesahan judul, bimbingan, seminar dan juga praktik ‘plagiat’ (meniru, red) dalam hal penyusunan skripsi yang juga diketahui ada sistem jual beli dan merupakan tindakan pidana akademik,” tukas mereka.

Oleh karena itu, mereka meminta kepada seluruh fungsionaris, dosen, karyawan agar menghentikan praktik-praktik tersebut. Mereka juga meminta agar kampus ditutup untuk sementara dan Rektor Michwar Zaini Lubis dinon-aktifkan dari jabatannya.

“Untuk sementara kampus ini ditutup sampai ditetapkannya pelaksana tugas rektor yang baru oleh pimpinan persyarikatan. Kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” sambung mereka.

Amatan METRO, hingga pukul 08.00 WIB kemarin, para mahasiswa dan karyawan sudah ramai berada di depan gerbang. Bahkan karyawan yang tidak sabar untuk masuk, akhirnya mendobrak gerbang hingga rubuh. Setelah itu, para pendemo pun pergi dan meninggalkan tempat tersebut.
Wakil Rektor III UMTS Lazuardi saat dikonfirmasi mengenai aksi tersebut mengatakan, ia tidak punya andil untuk mengomentarinya. Bahkan Lazuardi mengarahkan METRO untuk mengkonfirmasinya kepada orang yang lebih berkompeten tentang masalah tersebut.

“Mohon maaf, saya tadi sudah sampaikan ke rekan anda (Kru METRO, red) dan untuk masalah ini saya tidak punya andil dan berkompeten untuk mengomentarinya. Silahkan konfirmasikan kepada yang lebih berkompten lagi,” jawabnya tanpa mengatakan siapa orang yang dimaksud. (mag01)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut