Makam sudah dipindah pemkab Tapsel, tapi warga Janji Mauli masih temukan tulang manusia


0

Tapanuli Selatan – Pemindahan perkuburan warga Janji Mauli dari perkantoran Pemkab Tapsel dengan dana mencapai Rp1.259.468.000 ternyata masih meninggalkan sejumlah kuburan yang belum di gali walau perkuburan itu susah diratakan dengan alat berat.

Hendra Bayo Regar dalam akun Facebooknya mengungkapkan ditemukannya kuburan keluarganya di lokasi perkuburan di Perkantoran Pemkab Tapsel yang sama sekali tidak dipindahkan.

Hal itu terungkap ketika mereka melakukan penggalian selama dua hari tanggal 14 s/d 15 juni 2017 di lokasi kuburan yang kini menjadi areal perkantoran.

Disebutkannya, Sekitar bulan maret lalu ada pembongkaran paksa dan pemindahan kuburan warga Janji Mauli ke tempat lain, namun kenyataannya mereka masih menemukan sejumlah tulang belulang utuh keluarganya dan beberapa keluarga lainnya.

” Katanya sudah dipindahkan, kenyataannya ini yang kami dapatkan, jadi apa yg dipindahkan itu ?, apa peti mati kosong ? ” Tukasnya.

Sementara Asisten Setdakab Tapsel Hamdan Zein ketika dikonfirmasi perihal tersebut, Minggu (18/6) hanya berkomentar singkat. “Belum ada laporan.”ujarnya singkat via SMS.

Mendengar kabar tersebut, Sabar M sitompul Mantan ketua pospera tapsel ini langsung mengeluarkan statmen dan Mengutuk keras perbuatan keji ini karena merupakan pelanggaran berat,

“pemkab tapsel jangan main main…lho”, Tindakan mereka (Pemkab Tapsel-red) sudah keterlaluan hanya demi rupiah tega berbuat demikian kepada Masyarakat, hanya gara-gara kepentingan untuk pengosongan lahan, mereka tega memperlakukannya seperti itu.

Sabar juga menuturkan kepada pihak yang merasa dirugikan dalam permasalahan ini segera melakukan upaya hukum karena orang yang menghancurkan atau merusak tanda di lokasi kuburan bisa dijerat dengan Pasal 406 ayat (1) KUHP.

Pemakaian pasal ini didasarkan pada ketentuan Pasal 63 KUHP, yang memungkinkan penggunaan pasal yang ancamannya lebih berat jika ada satu tindak pidana yang masuk dalam beberapa ketentuan pidana.

Ancaman pidana pasal 406 ayat (1) adalah 2,8 tahun, sedangkan Pasal 179 KUHP adalah 1,4 tahun. imbuh sabar. [sidaknews.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut