Merokok pada Ibu Hamil Pengaruhi Orientasi Seksual Janin yang Dikandung


0

143644_hamilmerokok

Amsterdam , Efek merokok pada kesehatan sudah menjadi rahasia umum. Selain menyebabkan masalah pada kesehatan jantung dan kanker, rokok juga bisa menyebabkan impotensi pada pria. Sedangkan pada ibu hamil, merokok bisa menyebabkan gangguan kehamilan dan janin. Menurut sebuah studi neurobiologi, seksualitas pada janin dipengaruhi rokok yang dihisap ibunya.

“Seksualitas janin dipengaruhi oleh gaya hidup yang dipimpin oleh induknya,” ujar Profesor Dick Swaab dalam buku barunya, seperti dikutip dari Mirror, Selasa (21/1/2014).

Ilmuwan 69 tahun asal University of Amsterdam ini percaya bahwa heteroseksualitas atau homoseksualitas seseorang ditentukan dalam kandungan. Menurutnya, ibu hamil yang merokok dapat meningkatkan peluang anaknya menjadi seorang homoseksual.

Selama beberapa dekade, asal-usul orientasi seksual menjadi perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa homoseksual adalah pilihan gaya hidup, sementara yang lainnya berpendapat orientasi seksual dipengaruhi oleh asuhan. Namun dalam buku ‘We Are Our Brains’, Prof Swaab tegas menyatakan tidak ada bukti terkait pernyataan tersebut.

Sebaliknya, dokter yang merupakan ahli otak itu menunjukkan bahwa merokok dan hormon sintetis dapat meningkatkan kemungkinan perempuan menjadi lesbian atau biseksual. Sementara itu gaya hidup gemar menenggak alkohol dan mengonsumsi obat-obatan saat hamil berimbas pada turunnya IQ anak.

Dalam bukunya yang dinilai kontroversial oleh beberapa pihak ini, disebutkan perkembangan otak selama kehamilan diubah oleh adanya perubahan kimia terkecil. Jika seorang perempuan melahirkan anak laki-laki setelah sebelumnya memiliki anak laki-laki juga, maka kemungkinan bayinya menjadi gay menjadi lebih besar.

“Paparan nikotin atau amfetamin sebelum melahirkan juga meningkatkan kemungkinan peremouan menjadi lesbian,” lanjut Prof Swaab.

Tak hanya itu, perempuan hamil yang menderita stres juga lebih mungkin untuk melahirkan anak homoseksual. Hal ini diakibatkan hormon stres mempengaruhi produksi hormon seks pada janin.

“Semakin banyak saudara laki-laki yang dimiliki, maka peluang untuk menjadi homoseksual menjadi lebih besar,” ucap Prof Swaab sembari menjelaskan hal ini dipengaruhi pula oleh respons imun ibu pada substansi yang diproduksi oleh janin laki-laki di dalam rahim. Nah, respons itu semakin kuat di setiap kehamilan.

Sementara itu studi sebelumnya menyebut perempuan yang mengonsumsi estrogen sintetis antara tahun 1939 dan 1960 guna mengurangi risiko keguguran memiliki peluang lebih besar untuk memiliki anak perempuan yang biseksual atau lesbian.

Gimana kalau perokok pasif yaaa??? katanya lebih berbahaya bukan????


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut