Nasib Honorer K2 Madina Belum Jelas


0

Hingga kemarin, nasib 353 honorer kategori dua (K2) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), belum jelas. Pasalnya, honorer K2 Madina itu belum juga diumumkan kelulusannya. Ini merupakan satu-satunya di wilayah Sumut yang belum diumumkan.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) KemenPAN-RB Herman Suryatman juga belum bisa memberikan keterangan mengapa honorer K2 Madia belum diumumkan. Herman mengaku tidak tahu karena data pengumuman dipasok tim Panselnas CPNS 2013. Namun, dia berjanji akan segera memberikan penjelasan jika sudah mendapat keterangan dari Panselnas.

“Madina ya? Nanti coba saya tanyakan dulu ke Panselnas,” ujar Herman saat dihubungi koran ini, Minggu (9/3). Karena hari Minggu, kemungkinan Herman baru mendapatkan keterangan dari Panselnas pada hari ini Senin (10/3).

Terpisah, Sekjen Forum Honorer Indonesia (FHI) Eko Imam Suryanto mengaku sudah banyak menerima keluhan dari rekan-rekannya di Madina. “Honorer K2 Mandailing Natal resah,” ujar Eko kepada koran ini.

Dijelaskan, jumlah honorer K2 Madina sebanyak 353 orang. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen guru honorer. “Kawan-kawan mengeluh, hampir setiap jam mereka membuka situs yang mengumumkan kelulusan, dari tanggal 15 Januari 2014 sampai sekarang belum tahu  kapan K2 Madina diumumkan,” beber Eko.

Mereka resah, lanjutnya, karena Madina satu-satunya kabupaten/kota di Sumut yang belum diumumkan. Terlebih, muncul isu bahwa semua honorer K2 tidak lulus sehingga tidak ditampilkan di pengumuman.

“Info-info miring banyak beredar salah satu contoh, semua K2 Mandailing Natal tidak lulus, tidak dapat dukungan dari pemda, pengumuman dirahasiakan dan lain-lain. Ini membuat panik honorer K2 Madina.  Saya takut nanti kemarahan mereka tidak bisa dibendung,” ujar  Eko.

Yang bikin tambah kesal mereka, masih kata Eko, pihak Kemenpan-RB hanya memberikan alasan penundaan pengumuman untuk wilayah Papua, Papua Barat, dan Maluku, dengan alasan masih dikoordinasikan dengan kepala daerah masing-masing. Tapi, kasus Madina tidak pernah dijelaskan.

“Mandailing Natal sekalipun tidak pernah digubris, seolah-olah Mandailing Natal bukan wilayah NKRI. Ini lah yang dirasakan saudara-saudara saya honorer K2 Mandailing Natal. Miris hati saya sebagai pengurus yang telah mereka pilih, tidak bisa berbuat apa-apa.

Saya sendiri sudah mulai benci melihat pemerintah. Mudah-mudahan pemerintah cepat menanggapi keluhan K2 Madina sebelum terjadi yang tidak diinginkan,” pungkas Eko, honorer K2 di Medan yang lulus CPNS itu. (sam) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut