Nur Sakinah penderita Hydrocephalus akhirnya dirujuk ke RSUD Sipirok


0

Tapanuli SelatanNur Sakinah Pasaribu (14), bocah penderita kelainan pembesaran kepala atau Hydrocephalus akhirnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok, setelah sebelumnya sempat menjalani rawat jalan di rumahnya di Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan sempat ditangani Puskesmas Pintu Padang Kecamatan Batang Angkola, Selasa (23/5).

Nur Sakinah Pasaribu di rujuk ke RSUD Sipirok didampingi ibunya Purnama Siregar (52) bersama tim medis dari Puskesmas Pintu Padang, Camat Batang Angkola Taufik Lubis dan sejumlah aparat Kecamatan Batang Angkola.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu melalui Kabag Humasy Porag Pane, SPd mengatakan, Nur Sakinah Pasaribu di rujuk ke RSUD Sipirok, karena selama ditangani Puskesmas Pintu Padang kondisi penyakit yang diduga Hydrocephalus  telah belum juga membaik.

Ditambahkannya, Pemkab Tapsel melalui instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan RSUD Sipirok langsung bergerak cepat dan membawa Nur Sakinah Pasaribu ke RSUD Sipirok untuk menjalani perawatan medis.

“Dinkes Tapsel telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Sipirok untuk segera dilakukan penanganan secara medis terhadap penyakit Nur Sakinah Pasaribu yang sudah berlangsung cukup lama,“ kata Porang Pane.

Kepala Dinas Kesehatan Tapsel dr. Ismail Fahmi Ritonga, M.Kes melalui Sekretaris dr. Hodri AM Simatupang mengakui akan menanggung biaya pengobatan untuk Nur Sakinah Pasaribu melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah disiapkan oleh pemerintah.

“Yang pasti, pasien tetap dalam tanggungan pemerintah. Kalau tidak tercover di program KIS, kita masih ada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan daerah, mengingat keluarga Nur Sakinah Pasaribu memang betul-betul warga miskin,” tutur Hodri.

Ditambahkannya, RSUD Sipirok akan berupaya memberikan upaya penyembuhan yang terbaik terhadap Nur Sakinah Pasaribu

“Yang pasti, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan upaya penyembuhan,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, Nur Sakinah menderita Hydrocephalus, sejak berusia 8 bulan. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini terpaksa hanya bisa terbaring lemah diatas ranjang di rumahnya di Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel akibat ketiadaan biaya orang tua nya untuk mengobatinya.

Kondisi Nur Sakinah kini semakin parah. Ia tidak seperti teman sebaya di kampung yang bisa bermain. Dirinya hanya mampu untuk bergerak ke kiri dan kanan di  atas ranjang, bahkan ia tidak bisa duduk dan kerap menangis, akibat pembesaran kepalanya.  [harian9.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut