Padi Siganteng Cocok di Madina


0

Panyabungan – Padi Siganteng salah satu padi yang dinilai masyarakat cocok untuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Terbukti dengan hasil panen masyarakat belakangan ini sangat berlimpah.

“Dalam beberapa kali musim panen padi belakangan ini hasilnya cukup memuaskan. Kita menanam padi Siganteng, dimana bibitnya kita minta dari masyarakat desa ini,” sebut Sukri, petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (9/3) di sela-sela kegiatan panen padinya.

Menurutnya, bibit padi Siganteng ini ditemukan oleh salah seorang masyarakat petani di Desa Huraba ini yang bernama Erwin Hasibuan, dan sekarang ini penemu pertama padi Siganteng di Desa Huraba ini sudah lebih dahulu menghadap yang Maha Kuasa.

“Bedasarkan cerita yang kita dengar dari para petani, sekitar 4 tahun lalu, Alm Erwin melihat ada padi yang lain dari yang ditanamnya. Dia membibitkan padi yang lain tersebut, karena dia (Alm Erwin red) melihat bahwa beberapa tangkai padi yang ditanamnya tersebut lebih panjang tangkainya dan lebih besar dari padi lainnya,” urai Sukri menerangkan asal muasal padi Siganteng ini.

Lebih lanjut disampaikannya, beberapa musim panen belakangan ini padi Siganteng ini bisa menghasilkan 80 kaleng dalam satu lungguk, berarti sekitar 500 kaleng dalam satu hektar. Berdasarkan hasil panen yang lumayan tersebut masyarakat sekarang ini lebih memilih padi Siganteng untuk ditanan.

“Sekarang ini para petani di Desa Huraba ini tetap menanam padi Siganteng tersebut, karena dinilia lumayan tahan terhadap serangan hama, kalau dibandingkan dengan padi yang lainnya,” jelas Sukri.

Sementara Lila (45), istri Alm Erwin yang menemukan padi Siganteng di Desa Huraba yang ditemui di rumahnya mengatakan, 4 tahun silam dia bersama suaminya menanam padi yang bernama Mira 1. Pada waktu mau musim panen suaminya melihat ada beberapa tangkai padi yang lain dari padi Mira 1 tersebut. Suaminya memetik tangkai padi yang lain itu.

“Pada waktu itu di areal persawahan kami tersebut ada sebanyak 12 tangkai padi beda, baik bentuk, panjang tangkainya, juga tinggi padinya, sehingga pada waktu itu almarhum suami saya memetiknya dan membuat padi tersebut sebagai bibit pada musim tanam selanjutnya,” terang Lili mengenang suaminya yang sudah tiada tersebut.

Dijelaskannya lagi, dari 12 tangkai yang disemaikan suaminya dapat menghasilkan satu kaleng sekitar 15 Kg padi. Selanjutnya padi yang satu kaleng tersebut disemaikan lagi dan menghasilkan 66 kaleng atau sekitar 900 Kg lebih.

“Memang padi Siganteng ini bukan nama yang diberikan oleh pemerintah. Nama tersebut diberikan almarhum suami saya karena pada waktu musim panen ditemukannya padi tersebut, anak saya laki-laki satu-satunya lahir ke dunia ini,” tuturnya.

Dilanjutkannya, pada waktu menanam padi Siganteng ini, mereka sekeluarga mengatakan, padi penemuan tersebut padi anak saya, yang dinamakan saudara perempuannya abang ganteng. “Alhamdulillah, mudah-mudahan hasil panen padi yang ditemukan tersebut mendapatkan hasil yang memuaskan,” terang Lila.

Lebih rinci diterangkan Lila bahwa mulai dari panen tersebut masyarakat meminta padi Siganteng ini menjadi bibit padi mereka. “Kita dengan senang hati memberikannya, karena kita sangat bersyukur apabila masyarakat mendapatkan hasil panen yang lumayan,” ucapnya.

Bahkan, kaanya, padi Siganteng sekarang bukan saja ditanam petani Desa Huraba, namun sudah banyak petani di luar Kecamatan Siabu juga menanamnya. “Alhamdulillah berdasarkan informasi yang kita terima hasil padi mereka cukup melimpah,” ujar Lila. (man) (AnalisaDaily.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut