Pajak Kendaraan Bermotor Sidimpuan Baru Terealisasi 83,13%


0
Tapsel. Kepala UPT Dispendasu Padangsidimpuan, Amirsyam Rangkuti pesimis realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) over taget. Pasalnya sampai tanggal 23 Desember 2014 pihaknya baru mengantongi capaian sebesar Rp 59, 07 miliar atau 83,13% dari target Rp 71,31 miliar. "Untuk mencapai target tahun 2014 yang telah ditentukan sebesar Rp 71,31 miliar dalam satu minggu ke depan nampaknya sulit terealisasi, karena animo masyarakat masih tergolong rendah untuk membayar pajak," katanya kepada MedanBisnis di ruangan kerjanya. Dikatakan, dari target Rp 71,3 miliar tersebut capaiannya baru Rp 59,07 miliar atau berkisar 83,13 persen saja. "Namun kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengejar target dengan memfungsikan waktu libur seperti hari Minggu dan aktif, dengan membuat sosialisasi melalui radio, spanduk dan media massa atas adanya program pemutihan sekarang ini," katanya. Menurutnya, realisasi target tersebut bersumber dari PKB terealisasi Rp 27,34 miliar (102,2%), BBN-KB realisasi Rp 1,28 miliar (71%), Denda PKB realisasi Rp 1,28 miliar (124,24%), Denda BBN-KB Rp 41,41 juta (51,9%) dan APU realisasi Rp 772,02 juta (77,2%). "Jika pukul rata capaian tersebut baru berkisar (85,34%)," katanya sambil mengatakan hitung-hitungannya sampai pada akhir bulan ini kemungkinan bertambah 2 persen saja target sudah sangat baik. Dia mengakui kendala dalam mengejar target PAD dari sektor pajak kendaraan ini dipicu rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Untuk itu perlu adanya peningkatan frekuensi razia, karena dengan cara tersebut sangat berdampak dalam peningkatan pengurusan pajak. Sementara itu, Iman warga Padangsidimpuan yang ditemui wartawan saat mengurus pajak kendaraannya terkait program pemutihan yang dilaksanakan Dispendasu mengucapkan terima kasih atas program pemutihan tersebut. Menurut dia program itu sangat membantu warga di tengah situasi perekonomian yang sulit. (ck 06)

Tapsel – Kepala UPT Dispendasu Padangsidimpuan, Amirsyam Rangkuti pesimis realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) over taget. Pasalnya sampai tanggal 23 Desember 2014 pihaknya baru mengantongi capaian sebesar Rp 59, 07 miliar atau 83,13% dari target Rp 71,31 miliar.

“Untuk mencapai target tahun 2014 yang telah ditentukan sebesar Rp 71,31 miliar dalam satu minggu ke depan nampaknya sulit terealisasi, karena animo masyarakat masih tergolong rendah untuk membayar pajak,” katanya kepada MedanBisnis di ruangan kerjanya.Dikatakan, dari target Rp 71,3 miliar tersebut capaiannya baru Rp 59,07 miliar atau berkisar 83,13 persen saja. “Namun kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengejar target dengan memfungsikan waktu libur seperti hari Minggu dan aktif, dengan membuat sosialisasi melalui radio, spanduk dan media massa atas adanya program pemutihan sekarang ini,” katanya.

Menurutnya, realisasi target tersebut bersumber dari PKB terealisasi Rp 27,34 miliar (102,2%), BBN-KB realisasi Rp 1,28 miliar (71%), Denda PKB realisasi Rp 1,28 miliar (124,24%), Denda BBN-KB Rp 41,41 juta (51,9%) dan APU realisasi Rp 772,02 juta (77,2%). “Jika pukul rata capaian tersebut baru berkisar (85,34%),” katanya sambil mengatakan hitung-hitungannya sampai pada akhir bulan ini kemungkinan bertambah 2 persen saja target sudah sangat baik.

Dia mengakui kendala dalam mengejar target PAD dari sektor pajak kendaraan ini dipicu rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Untuk itu perlu adanya peningkatan frekuensi razia, karena dengan cara tersebut sangat berdampak dalam peningkatan pengurusan pajak.

Sementara itu, Iman warga Padangsidimpuan yang ditemui wartawan saat mengurus pajak kendaraannya terkait program pemutihan yang dilaksanakan Dispendasu mengucapkan terima kasih atas program pemutihan tersebut. Menurut dia program itu sangat membantu warga di tengah situasi perekonomian yang sulit. (ck 06/MedanBisnis)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut