Paluta: Diduga Gizi Buruk, Balita Hanya Sanggup Makan Nasi dan Garam


0

PALUTA – Santy, bayi 2 tahun asal Desa Gariang, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta diduga mengalami gizi buruk. Bayi ini memiliki lengan yang tidak lebih besar dari tangkai sapu, kulit pucat, kusut dan berkerut.

Karena kemiskinan, selama ini bayi dan ibunya lebih sering makan nasi dengan garam dan jika ada uang lebih, sesekali makan nasi dicampur dengan mie instant. Sejak dua tahun belakangan, bayi ini hidup di dalam gubuk yang sangat tidak layak bersama ibunya.

Pantauan METRO, saat berkunjung ke RSUD Paluta, Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Minggu (16/2), balita ini terlihat murung saat berada dalam pangkuan sang Ibunda Nurhamilan Boru Siregar.

Pengakuan Nurhamilan, mereka hidup dari keluarga miskin dan tinggal di dalam rumah gubuk yang sangat tidak layak bersama bayinya. Sejak dua tahun lalu, dia sudah bercerai dengan suaminya atau saat Santy berusia beberapa bulan.

Saat ini, kondisi bayi sangat memprihatinkan, lengannya tak lebih besar dari tangkai sapu. Dan tak seperti bayi umumnya, kulit bayi itupun terlihat pucat, kusut dan berkerut.  “Jangankan untuk berdiri, duduk atau tengkurap saja si butet tidak mampu,” cerita sang ibu Nurhamilan.

Tak ada yang menolong, kehidupannya begitu memprihatinkan, kemiskinan yang mendera merupakan penyebab utama sang anak diduga mengalami gizi buruk.

Nurhamilan yang sakit-sakitan masih berupaya memberi peluang hidup sang anak. Nurhamilan, kesehariannya bekerja seadanya yaitu bekerja sebagai mambayu (menganyam) daun pandan untuk dijadikan tikar lalu digantikan beras ke kampung tetangganya.

Sang Ibu dan anaknya hanya sesekali makan nasi dengan garam, jika ada yang lebih dari penjualan anyaman, sesekali juga ditambah dengan mie instan.

Harapannya, si buah hati tumbuh sehat seperti teman-temannya, tapi dirinya mengaku tidak mampu untuk membawa anaknya berobat ke dokter. Pengakuannya, anaknya ini tidak pernah mendapat asupan gizi maupun susu formula apalagi bubur bayi.

Sementara itu Direktur RSUD Paluta drg Mildawati saat dikonfirmasi mengatakan, balita itu sudah ditangani dan dirawat sesuai prosedur yang ada dan saat ini masih tetap dalam tahap perawatan dan pengawasan dokter.

Ketika disinggung apakah balita umur 2 tahun ini mengalami gizi buruk, dirinya enggan berkomentar banyak dan hanya menyarankan agar mempertanyakan kejelasan ini kepada dinas kesehatan karena sesuai jadwal, Dinas Kesehatan Paluta akan melakukan pemeriksaan kepada balita itu pada Senin (17/2) atau hari ini.

“Sudah kita tangani dengan baik, untuk masalah yang lainnya bisa ditanyakan langsung kepada Dinas Kesehatan,” tutupnya.

Terpisah Kadis Kesehatan Paluta dr Junaida Harahap saat dikonfirmasi via seluler terkait masalah ini menyebutkan, hari ini pihaknya akan mengunjungi balita yang diduga mengalami gizi buruk, sekaligus akan memberikan santunan kepada keluarga tersebut. (mag-02) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut