Panwaslu Paluta Proses Dugaan Pemilih Siluman Di TPS 19


0

GUNUNGTUA – Panwaslu Paluta memeroses laporan Erwin Siregar, SH dengan terlapor Irsan Siregar terkait dugaan tindak pidana pemilu berupa pemilih siluman yang terjadi di TPS 19 Pasar Gunungtua, Rabu(9/4) sekira pukul 09:40.

Panwaslu Paluta melakukan gelar perkara kasus ini di kantor Panwaslu Paluta bersama pihak kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam penegak hukum terpadu (Gakkumdu) Pemilu Paluta, Sabtu (12/4).

Ketua Panwaslu Paluta Rahmat Hidayat SP didampingi anggota Rahmat Alisati Hasibuan dan Gunal Yakin SH kepada Waspada,mengatakan, bahwa gelar perkara dilakukan sesuai laporan Nomor: 01/LP//Pileg/IV/2014 dengan pelapor Erwin Siregar SH dan terlapor Irsan Siregar.

Irsan merupakan murid SMK Pertanian Paranginan, Kec. Padangbolak.Irsan tercatat sebagai warga Desa Lantosan, Kec. Portibi. Sebagai saksi dalam laporan ini Rahmat Tondi Siregar dan Gontar Siregar. Lokasi kejadiannya di TPS 19 Pasar Gunungtua, Rabu (9/4) sekitar pukul 09.40, dengan bukti surat undangan atau C-6.

“Gelar perkara ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya laporan dari warga atas nama Erwin Siregar SH dengan terlapor Irsan Siregar warga Desa Lantosan, Kec.Portibi,” kata Rahmat Hidayat SP usai acara gelar perkara.

Sementara itu pihak kepolisian diwakili oleh Aiptu Suratman(Polsek Padangbolak) dan Ipda Desman Manalu SH (Polres Tap-sel), memberikan pendapat bahwa terlapor diduga melakukan tindak pidana pemilu sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2012 pasal 310 tentang Pemilu Legislatif.

Hal senada juga dikatakan pihak kejaksaan yang dihadiri Kacabjari Gunungtua Hoesin Slamet SH. Terlapor Irsan dapat dikenai UU Nomor 8 Tahun 2012 pasal 310 yang isinya setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan/atau memberikan suaranya lebih dari 1 kali di 1 TPS atau lebih, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp18 juta

“Pelaku bisa dijerat dengan UU Nomor 8 tahun 2012 pasal 310, jadi si terlapor dengan nama Irsan Siregar diduga sudah melakukan tindak pidana pemilu,” kata Kacabjari Gunungtua Hoesin Slamet SH.

Hoesin juga menyarankan agar Panwaslu bisa melengkapi bukti berupa berkas yang berkaitan dengan terlapor. Misalnya surat undangan model C-6, DPT yang dimiliki  terlapor, daftar hadir di saat memilih dan juga harus menghadirkan KPPS di dua TPS yang diduga menjadi tempat terjadinya tindak pidana pemilu. (a35) (Waspada)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut