Pedagang Kecil dan Pemilik Hotel di Sidimpuan Tolak Keberadaan Indomaret


0

SIDIMPUAN – Sejumlah warga Jalan Kapten Koima, Kelurahan Bincar, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, menolak pendirian Indomaret di daerah tersebut. Sebab, mereka khawatir keberadaan mini market itu menjadi ancaman bagi usaha mereka yang sudah bertahun-tahun menjadi media untuk menopang ekonomi keluarga.

R Boru Piliang (40), warga Jalan Kapten Koima yang sehari-hari berjualan ala kadarnya di sekitar tempat tersebut, kepada METRO, Selasa (25/3), mengatakan, telah mendengar dari warga sekitar bahwa di salah satu ruko yang lama tidak difungsikan, akan didirikan tempat perbelanjaan (mini market, red) bernama Indomaret.

Mendengar hal tersebut, ia menjadi resah. Sebab, mata pencahariannya hanya mengharapkan dari usaha kecilnya itu bisa-bisa tidak akan didatangi para pembeli lagi.

“Itulah, dek. Memang ada saya dengar dari warga di sini. Katanya di ruko dekat Hotel Maninjau itu, mau dibuat mini market kalau tidak salah namanya Indomaret. Tapi, belum tahu kapan pastinya. Saya khawatir, apalagi di sekitar sini ada beberapa orang yang usahanya sama dengan saya yang hanya berjualan kecil-kecilan,” ucapnya.

Ia mengharapkan, rencana untuk menempatkan Indomaret di sekitar tempat tinggalnya itu, dipikirkan kembali. Sebab, akan ada banyak pedagang-pedagang kecil sepertinya yang akan menjadi korban. “Ya kita tahulah kalau udah mini market, pastinya orang lebih suka berbelanja di sana. Mungkin karena harganya lebih murah dan pilihannya juga banyak. Saya sebagai pedagang, keberatan jika nantinya hal itu terjadi. Saya harap, pemerintah melihat efeknya juga, jangan keuntungannya saja,” ujarnya.

Timbul Simanungkalit, pemilik Hotel Maninjau yang bersebelahan dengan tempat yang direncanakan akan dijadikan mini market tersebut, mengaku, menolak menandatangani surat izin gangguan atau biasa disebut HO (Hinderordonnantie) sebagai syarat untuk adanya mini market di tempat tersebut.

“Sejak awal saya sudah menolak pendirian Indomaret di seluruh Kota Psp ini. Apalagi di sekitar tempat saya ini, saya menolaknya. Ya, kecuali tempat-tempat pusat perbelanjaan itu tidak menjadi masalah dan letaknya juga tepat,” tukas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Kota Psp tersebut.

Menurutnya, keberadaan mini market tersebut, nantinya akan membawa dampak bagi warga sekitar yang membuka warung-warung kecil, yang mata pencahariannya semata hanya berasal dari situ.

“Dengan adanya mini market itu, pastinya nanti akan mematikan usaha warung-warung kecil yang berada di sekitar sini. Bagaimana kita mau menghidupkan ekonomi rakyat, kalau usaha retail seperti Indomaret itu semakin banyak?” ujarnya.

“Ekonomi di Kota Psp ini dihidupkan oleh perdagangan. Banyak warga yang berjualan kecil-kecilan untuk sekadar menghidupi keluarganya. Jadi, penolakan seperti ini harus dilakukan masyarakat lainnya. Jika tidak akan banyak yang akan kehilangan mata pencahariannya,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Bincar Dinas Hasibuan yang mengetahui hal tersebut, saat dihubungi METRO ke nomor handphone-nya, Selasa (25/3), tidak kunjung menjawab. Begitu juga dengan pesan singkat yang METRO kirim, untuk mengonfirmasi hal tersebut juga tidak dibalas. (yza) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut