Pelepasan tanah di Aek Sabaon Tapsel jangan sampai tersangkut masalah hukum


0

Tapsel – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul M Pasaribu membenarkan bahwa Wilayah Sabaon Kecamatan  Marancar umumnya adalah kawasan hutan dan konservasi yang diatur dalam UU, dan Presiden Republik Indonesia saat itu,  Megawati Soekarno Putri, pada tahun 2004 sudah meresmikan kawasan tersebut sebagai kawasan  konservasi.

Untuk itu Syahrul mengingatkan kepada seluruh kepala desa agar jangan sembarangan mengeluarkan surat pelepasan tanah di wilayahnya Aek Sabaon,  agar para kepala desa tidak sampai  tersangkut masalah hukum.

“Hutan harus kita jaga dan lestarikan mengingat hutan adalah penyanggah dan penyeimbang kelestarian lingkungan hidup,” kata Syahrul kepada wartawan.

Ditambahkannya , kalau masyarakat tidak berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah itu, maka ke depan kerusakan yang ditimbulkan akan dirasakan masyarakat itu sendiri.

“Untuk itu, masyarakat harus menjaga kelestarian hutan secara berkesinambungan,” imbaunya.

Syahrul  juga mengimbau, agar menjaga hutan demi kelestarian lingkungan ke depan. “Khusus kepada masyarakat masyarakat Tapsel, saya minta agar tetap memegang teguh rambu-rambu yang ada. terutama dalam pelestarian hutan. Jangan sampai terjadi perambahan hutan,” katanya.

Menurutnya, ada lima manfaat melestarikan hutan yaitu, hutan dan pepohonan mampu memenuhi kebutuhan komunitas lokal yang tengah menghadapi ancaman perubahan iklim, kemudian pepohonan membantu menciptakan iklim mikro (micro climate) bagi lahan pertanian, menjaga ketersediaan air dan kesuburan tanah sehingga membantu menciptakan proses produksi pertanian yang berkelanjutan.

Wilayah serapan air yang masih dilindungi oleh hutan mampu menjaga penduduk dan tanah dari bencana kekeringan sehingga mampu mengurangi dampak perubahan iklim, lalu hutan (misal hutan mangrove) juga mampu melindungi wilayah pantai dari ancaman yang berkaitan dengan iklim, dan beberapa jenis Hewan yang perlu di jaga Habitatnya dan dilestarikan, karena hewan yang berada di kawasan aek sabaon tersebut jangan sampai terganggu habitatnya.

Syahrul mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsi hutan dengan tidak menebang pohon sembarangan, memilih dan memilah pohon yang layak ditebang dan jangan asal tebang, apalagi pohon tersebut adalah pohon yang dilindungi atau bahkan bahkan bisa dibilang pohon langka. (Riani88 /Harian88)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut