Pembangunan Parit Jalinsum Simaninggir Sipirok Tanpa Plang


0
Lokasi pelebaran jalan dan pembangunan drainase di Jalinsum Psp-Sipirok di Desa Simaninggir, Kecamatan Sipirok, menjadi tanda tanya warga karena tanpa plang proyek. (Metrosiantar)
Lokasi pelebaran jalan dan pembangunan drainase di Jalinsum Psp-Sipirok di Desa Simaninggir, Kecamatan Sipirok, menjadi tanda tanya warga karena tanpa plang proyek. (Metrosiantar)

TAPSEL – Pelebaran jalan dan pembangunan parit jalan atau drainase di Jalinsum Psp-Sipirok tepatnya di Desa Simaninggir, Kecamatan Sipirok, Tapsel, menimbulkan tanda tanya bagi warga. Pasalnya pembangunan ini dikerjakan tanpa plang proyek.

Pelebaran dan pembangunan parit ini sudah berlangsung sekitar 3 minggu terakhir. Dan tidak ditemukan papan informasi di lokasi yang menjelaskan tentang pelaksanaan proyek di lapangan. Proyek ini diduga milik Kementerian PU Pusat berkoordinasi dengan Dinas Tarukim Provinsi Sumut.

Syahrial Siregar (48) warga setempat menyebutkan, pelebaran jalan dan pembangunan parit untuk tahun 2014 di jalinsum tersebut telah berlangsung selama 3 minggu terakhir. Dan selama itu pula tak ada papan informasi yang dipasang pekerja di lokasi mengenai proyek ini, baik sumber maupun besaran anggaran. “Sudah ada sekitar 3 minggu terakhir,” katanya.

Namun, pelaksanaan di lapangan, lanjut Siregar, tidak ditemukan, plang proyek, yang biasa menjelaskan, jumlah dana, sumber dana, dan volume dan jenis pekerjaan di lapangan. Sehingga, menimbulkan tanda tanya.

Beberapa pekerja yang memasang tembok parit saat ditemui di lokasi menyebutkan, mereka hanya sebagai pekerja, yang tidak bisa menjelaskan semuanya. “Kami hanya pekerja Dek,” kata mereka pada awak koran ini, Sabtu (25/10).

Pantauan METRO, di lokasi pelebaran dan pembangunan parit tersebut, kerap terjadi antrian panjang kenderaan, karena badan jalan licin dan berlumpur dari sisa tanah galian di badan jalan. Selain itu material berupa batu, dan pasir selalu berada di badan jalan sehingga badan jalan menjadi menyempit. Salah satu lokasi itu di sekitar Masjid Desa Simaninggir.

Melihat kondisi di lapangan, berbagai elemen masyarakat mulai berbicara, apalagi pelaksanaan proyek ini terkesan tertutup, sekalipun dikerjakan di muka umum.

“Dinas terkait harus mengambil tindakan tegas kepada pelaksana proyek, karena itu salah satu indikasi korupsi, mereka tidak transparan terhadap pengerjaan drainase tersebut dengan tidak memasang plang proyek. Padahal perlu diketahui berapa anggaran yang dikeluarkan, berapa lama pengerjaan, siapa yang mengerjakan dan lainnya,”ungkap Efendi Rambe (30), warga lainnya.

Dikatakan, pembangunan apapun itu, asalkan bersumber dari uang rakyat, seharusnya pelaksanaanya harus terbuka, dengan memasang plang proyek. Apalagi plang sangat dibutuhkan demi menjaga kualitas pembangunan yang sedang berlangsung. “Bahkan sudah pakai plang pun masih saja sering diselewengkan, apalagi tidak ada plangnya,” terangnya. (ran) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut