Pembukaan Jalan Padang Matinggi – Panggulangan Sipirok Layak Diprioritaskan


0
66 shares
Pembukaan Jalan Padang Matinggi - Panggulangan Sipirok Layak Diprioritaskan
Camat Sipirok Sardin Hasibuan dan Lurah Parausorat saat meninjau lokasi, rencana pembukaan jalan penghubung antara Padangmatinggi dan Panggulangan di Kelurahan Parausorat, Kecamatan Sipirok. (Amran Pohan)

Sipirok – Untuk memudahkan hubungan maasyarakat antar lingkungan, jalan yang menghubungkan Padangmatinggi dengan Panggulangan, di Kelurahan Parau Sorat, Kecamatan Sipirok, layak diprioritaskan pembangunannya.

Camat Sipirok Sardin Hasibuan saat meninjau lokasi, Rabu (20/3) menjelaskan, jarak antara Lingkungan Padang Matinggi dengan Panggulangan, akan terpangkas sekitar 2 km jika jalan penghubung antar dua lingkungan ini bisa direalisasikan.

Tentu, hal itu akan memudahkan hubungan masyarakat antar kedua lingkungan. Dan berdampak pada peningkatan nilat tukar petani di wilayah itu. Apalagi, mayoritas penduduknya mengandalkan sektor pertanian sawah dan kebun.

“Jarak kedua lingkungan ini ternyata hanya sekitar 700 meter saja. Padahal, jika melalui jalan yang ada selama ini ternyata hampir 2 Km,” ucapnya.

Dikatakan Camat, rencana pembukaan jalan tersebut, lahir dari aspirasi masyarakat kedua lingkungan. Sebab, disepanjang jalan, terdapat lahan pertanian dan perkebunan. Dan tentu, membutuhkan sarana jalan yang lebih layak untuk memudahkan pengangkutan. Sehingga, keberadaan jalan sangat vital dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.

“Di sepanjang jalan ternyata hanya ada sawah dan kebun, sehingga dengan dibukanya jalan, kedepan akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah itu,” sebutnya.

Apalagi tambah Camat, dilokasi itu ternyata juga terdapat sumber pemandian air panas. Potensi air panas itu, memang telah dimanfaatkan masyarakat setempat untuk sekedar mandi dan cuci. Padahal, jika mendapat sentuhan, potensi itu diyakini menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat.

“Apalagi jika dikelola dengan baik,” ucapnya.

Karena itu kata Camat, Lurah Parausorat dan perangkatnya harus membuat titik titik rencana pembukaan jalan. Lalu mendata pemilik kebun atau sawah yang diprediksi bersinggungan dengan rencana badan jalan. Sehingga, dapat dimusyawarahkan agar tidak ada masalah dimasa mendatang.

“Pertama disurvey dulu, lalu didata. Dan lakukan musyawarah dengan warga tentang rencana itu. Tentunya, tak ada ganti rugi. Karena rencana pembangunannya mengacu pada sinerjitas demi kepentingan masyarakat disekitar itu. Lalu kita jadikan prioritas,” ungkapnya.

Karena itu, Camat juga berharap agar masyarakat setempat, mendukung sepenuhnya rencana tersebut. Terutama, yang lahannya bersinggungan dengan titik titik yang direncanakan nantinya. (ran) (FaseBerita)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
2
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
1
Suka
Takut Takut
0
Takut