Pemerintah Cuek, Truk Overtonase Bebas Beroperasi


0

SIBOLGA – Truk ekspedisi, pengangkutan barang dari Sibolga menuju Nias dengan kapasitas muatan melampaui batas standart (overtonase, red) masih bebas beroperasi. Ironisnya, tiap kali melintas, mengancam keselamatan pengendara dan pejalan kaki yang ada di sekitarnya. Pasalnya, truk dengan muatan melebihi kapasitas ini sudah sering terbalik.

Seperti dikatakan Sari (43) salah seorang pengendara sepeda motor yang mengaku was-was ketika melintas dari samping truk tersebut. Katanya, melihat kondisi truk yang tidak sebanding dengan muatannya, ia kawatir akan terbalik dan menimpa siapa saja yang berada di dekatnya.

“Kalau saya berkendara, saya lebih baik menghindar nyari jalan lain bila berpapasan dengan truk overtonase di jalan. Atau, memilih menunggu dibelakangnya. Dari pada saya celaka, ketimpa truk itu. Melihat ukuran truknya yang tidak sebanding dengan muatannya, saya kawatir kalau dekat-dekat,” katanya, Jumat (29/8).

Menurutnya, berat muatan truk tersebut mencapai dua kali lipat dari muatan standartnya. Terbukti dengan kondisi truk, akibat muatan yang melebihi kapasitas, ban truk tersebut kempes, tarikan mesin menjadi berat. Dan berjalan dengan sangat pelan-pelan.

“Sudah tentu bannya kempes, karena kapasitas muatan tidak sesuai dengan besar bannya. Begitu juga dengan tarikan mesin yang jadi berat dan kasar yang mengakibatkan jalan truk jadi pelan. Dan supir harus berhati-hati menjalankannya,” kata Sari.

Bila melihat beberapa kejadian yang terjadi beberapa minggu terakhir. Sering kali truk terbalik dan penyebabnya tetap sama, karena kelebihan berat. Meski tidak memakan korban jiwa, namun tetap menjadi ancaman bagi keselamatan warga.

“Sudah sering truk ini terbalik. Dan penyebabnya karena kelebihan muatan. Seperti patah as roda atau peceh ban. Memang belum pernah menimpa warga, namun tetap menjadi ancaman bagi nyawa pengendara lainnya,” tukasnya.

Dan ironis, sambung Sari, hingga kini belum ada upaya pemerintah untuk menindak truk-truk tersebut. Atau mencarikan solusi bila penindakannya dinilai akan merugikan pengusaha.

“Sampai hari ini, belum ada tindakan yang diambil pemerintah terhadap truk ini. Sepertinya, pemerintah takut bertindak, sebab akan mengurangi pendapatan pengusaha yang berpengaruh dengan PAD Sibolga,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Hotma (45) pengendara lainnya. Katanya, pengusaha hanya memikirkan keuntungan saja. Tanpa berfikir apa yang ditimbulkan.

“Bukan Cuma mengancam warga saja. Berat tonase truk itu juga merusak badan jalan. Sehingga, lebih banyak rugi daripada untungnya yang diperoleh dari pengoperasian truk tersebut,” sebut Hotma berharap ada solusi dari pemerintah maupun pihak kepolisian.

Kasat Lantas Polres Sibolga, AKP Syahrul yang dikonfirmasi via telepon selularnya menjelaskan kalau pihaknya tidak dapat memastikan apakah truk tersebut bermuatan lebih atau tidak. Sebab yang dapat memastikan itu hanya dengan cara menimbangnya. Sedangkan di Sibolga katanya tidak ada timbangan khusus truk.

“Belum tentu muatannya overtonase. Bisa saja isinya hanya makanan ringan atau karton-karton. Kalau mau tahu beratnya harus kita timbang,” kata Syahrul.

Syahrul juga mengakui seringnya truk-truk tersebut terbalik. Namun katanya, kesulitan yang dialami pihaknya dilapangan ketika melakukan tindakan, supir truk meninggalkan begitu saja truknya.

“Sudah ada yang kita tindak. Truk-truk yang muatannya lebih satu meter kebelakang atau kedepan, kita beri peringatan. Kadang kesulitannya dilapangan saat kita mau tindak, supir meninggalkan truk itu, akhirnya menjadi urusan kita,” dalihnya. (ts)

(Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut