Pemkab Tapsel Bangun Pasar Tradisional di Situmba


0
Batu Pertama Bupati Tapsel Sahrul M Pasaribu di damping Kadis Perindagkop Tapsel Awaluddin Sibarani, Ketua Koperasi Wanita Sahata, Nurhayati Hasibuan dan sejumlah anggota Koperasi lainnya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisional di Situmba, Kecamatan Sipirok, Senin (29/12). (medanbisnis/ck 06)
Batu Pertama Bupati Tapsel Sahrul M Pasaribu di damping Kadis Perindagkop Tapsel Awaluddin Sibarani, Ketua Koperasi Wanita Sahata, Nurhayati Hasibuan dan sejumlah anggota Koperasi lainnya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisional di Situmba, Kecamatan Sipirok, Senin (29/12). (medanbisnis/ck 06)

Tapsel – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Sahrul Pasaribu meletakkan batu pertama pembangunan pasar tradisional berbiaya Rp 900 juta lebih di Situmba, Kecamatan Sipirok, Senin (29/12). Pembangunan tersebut untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi.

“Pembangunan pasar tersebut memiliki ukuran panjang 30 m dan lebar 20 meter menelan biaya Rp 900 juta lebih. Direncanakan pasar tersebut sudah beroperasi pada 2015. Dengan dibangunnya pasar tradisional itu, maka masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke daerah lain untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersifat ekonomi,” katanya.Dia berharap dengan pasar ini kegiatan ekonomi akan terjadi di pasar tersebut, karena masyarakat tidak perlu ke daerah lain untuk berbelanja atau memperdagangkan hasil alamnya. Selain itu, pembangunan tersebut untuk meningkatkan fasilitas kepada masyarakat, sehingga warga benar-benar merasakan pembangunan yang sudah diberikan oleh pemerintah.

Sahrul, menegaskan, pemerintah akan terus berusaha melengkapi seluruh fasilitas-fasilitas penunjang kehidupan masyarakat. Namun, dia juga meminta dukungan dari warga yang ada di Kabupaten Tapsel, sebab, tanpa ada dukungan, maka pembangunan akan sulit direalisasikan. “Apabila sudah dibangun nanti, saya berharap agar masyarakat menjaga keberadaan bangunan pasar,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Awalluddin Sibarani menjelaskan, dana pembangunan pasar tersebut bersumber dari anggaran Kementrian Koperasi Dan UKM. “Saya berterima kasih kepada Kementerian Koperasi Dan UKM, karena sudah mengalokasikan pembangunan pasar di daerah ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, seluruh dana pembangunan pasar tradisional tersebut langsung dikirim ke rekening pengelola (Koperasi Wanita Saroha), sehingga pemerintah tidak berhak untuk mengelola anggaran itu. “Terkait anggaran, semuanya langsung masuk ke rekening pengelola. Sedangkan pemerintah bersifat membantu hal teknis,” ujarnya.

Dia berharap kepada pengelola pasar itu agar memanfaatkan anggaran tersebut untuk kepentingan pembangunan, sehingga ke depannya pemerintah pusat dapat lebih percaya kepada pemerintah dan masyarakat Tapsel.

Sementara itu, Ketua Koperasi Wanita Saroha, Nurhayati Hasibuan mengakui, pembangunan pasar tersebut akan banyak manfaatnya kepada masyarakat.

Karena selama ini warga di kampung itu masih berbelanja ke daerah lain seperti ke Pasar Sipirok. Diakuinya, untuk system pengelolahan pasar, dia bersama dengan anggota koperasi lainnya sudah menyiapkan teknis-teknis, sehingga pasar tersebut berkembang. “Atas nama koperasi, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya. (ck 06/ Medanbisnis)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut