Pemkab Tapsel Dirikan Kebun Induk Karet Untuk Hasilkan Lateks Berkualitas


0
Kebun Karet (tresnomaju.webs.com)
Kebun Karet (tresnomaju.webs.com)

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) bekerja sama dengan Sustainable Landscapes Partnership (SLP) mendirikan kebun induk karet untuk memasok klon karet tersertifikasi pada petani setempat dengan harga terjangkau. Proses menghasilkan lateks berkualitas tinggi diawali dengan bahan tanam yang baik.

“Jika petani kami dapat meningkatkan pendapatan mereka dari kebun karet dengan menanam bibit- bibit ini, mereka tidak akan pergi ke hutan dan menebang pohon untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Pemkab Tapsel berharap kebun induk ini akan menjadi percontohan untuk kabupaten lainnya,” kata penyuluh yang memelihara kebun induk baru di Pusat Pelatihan Pertanian Pemerintah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Ali Aspan kepada MedanBisnis, Senin (12/1) di Medan.

Sementara itu, petani Tapsel Ali Marwan menuturkan, pemerintah membangun kebun entres (induk) pada tahun 2014 dengan bantuan dan dukungan lain dari SLP. Anak perusahaan pengolah karet PT Kirana Sapta dan SLP masing- masing menyediakan separuh dari 1.500 pohon induk untuk memulai kebun tersebut, dan kebun ini diharapkan dapat menghasilkan 15.000 pohon induk karet berkualitas baik dalam delapan bulan atau setara dengan 30 hektar kebun karet. Kebun ini akan menghasilkan induk berkualitas tinggi hingga 15 tahun ke depan.

“Perusahaan ini sedang mengupayakan sertifikasi dari Institut Riset Karet Indonesia dan Instalasi Pengawasan dan Peredaran Mutu Benih (IP2MB) sehingga petani lokal dapat merasa yakin akan kualitas bahan tanam yang mereka beli dari persemaian,” ujarnya.

Dikatakannya, kebun induk ini akan memberikan peluang ekonomi kepada banyak pihak. Petani mendapatkan klon karet tersertifikasi dengan harga terjangkau, akses untuk pelatihan penyadapan karet, serta pengelolaan persemaiannya sendiri. Penyuluh pertanian jua mendapatkan keuntungan dalam bentuk pengetahuan dan keahlian baru.

“Saya menggunakan lahan kosong saya untuk mendirikan persemaian saya sendiri. Saya juga telah mempelajari resep pupuk organik, dan saya mencampurkannya serta menjualnya ke petani lain. Tujuannya untuk membantu petani setempat meningkatkan produktifitas pertaniannya, selama ini kami semua menanam bibit yang jelek,” katanya.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kusharyono menuturkan, salah satu upaya untuk meningkatkan produksi maupun produktifitas tanaman perkebunan adalah penggunaan benih unggul. Perbenihan tanaman perkebunan sebagaimana diamanatkan dalam Undang- undang (UU) Nomor 12 tahun 1992 pasal 13 yakni, benih bina yang akan diedarkan harus melalui sertifikasi dan memenuhi standar mutu ditetapkan oleh pemerintah dan peraturan nomor 44 tahun 1995.

“Untuk produksi terbaik benih bina adalah dengan cara biji batang bawah dan entres yakni berupa bibit unggul PB 260 yang diokulasi,” ujarnya. ( cw 01/MedanBisnis)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut