Penanganan korupsi pasar Situmba Sipirok terkesan lamban


0

Sipirok – Kasus korupsi pembangunan revitalisasi Pasar Situmba di Dusun Gunungtua Baringin, Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang ditangani Polres Tapsel terkesan lamban dan tidak serius. Pasalnya, hingga kini polisi belum bisa menjadwalkan pemanggilan guna memintai keterangan dari tersangka.

Informasi Wartawan yang peroleh dilapangan, polisi melakukan penyidikan tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian negara Rp.283 juta ini sejak naik sidik tertanggal 3 Februari 2016, dan tidak berapa lama kemudian polisi menetapkan dua tersangka yang paling berperan dalam proyek fiktif itu yakni, Ketua Koperasi Wanita Saroha, Nurhayati dan mantan Kadis Koperindag yang kini menjabat sebagai Kadis Kehutanan Tapsel, Awaluddin Sibarani, Namun setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum pernah dan belum bisa menjadwalkan pemanggilan terhadap keduanya dengan status sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kasat Reskrim AKP Jama K Purba mengatakan, pihaknya telah menjemput hasil perhitungan dari BPKP pada Kamis (23/6) lalu, dan kerugian negara dalam pembangunan tersebut senilai Rp.283 juta.

Menurutnya, setelah hasil gelar perkara, untuk pertamakali pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada para tersangka. “Selama ini kita memanggil mereka hanya sebatas saksi saja.

Namun, usai gelar ini kita akan panggil mereka dengan status sebagai tersangka,” ucap Kasat, Hingga Rabu (3/8), Kasat Reskrim AKP Jama K Purba, tidak bisa memastikan/menjadwalkan pemanggilan terhadap para tersangka. “Secepatnya akan kita panggil,” jawabnya singkat melalui pesan.

Sedangkan, Kapolres Tapsel, AKBP Rony Samtana, SIK, Senin (15/8) melalui pesan singkatnya hanya mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dan sedang menunggu hasil resmi kerugian negara dari BPKP dan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU).

Disinggung mengenai pemanggilan terhadap tersangka dan kendala apa yang dihadapi polisi sehingga proses penanganannya terkesan lamban, Kapolres tidak menjawab.

Sebelumnya, proyek Pasar Situmba merupakan pelaksanaan program revitalisasi pasar tradisional menggunakan anggaran tahun 2014 berasal dari APBN dari Kementrian Koperasi RI senilai Rp.900 juta dengan mekanisme swakelola, dikerjakan oleh Koperasi Wanita Saroha. (Arief88 /harian88.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut