Penderita DBD di Sidimpuan meningkat


0

Padangsidimpuan – Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Padangsidimpuan mengalami peningkatan dibandingkan beberapa pekan lalu.

Saat ini, jumlahnya sudah 14 orang dari sebelumnya hanya enam orang. Kepala Bidang Pelayanan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Padangsidimpuan Balyan Siregar mengatakan, para penderita penyakit itu berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Padangsidimpuan. Umumnya, mereka berasal dari kalangan anak-anak.

Meski kasusnya tergolong meningkat, Pemko Padangsidimpuan belum bisa menetapkan status karena belum ada instruksi dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tentang status itu.

”Kami sudah membuat laporan ke Dinkes Sumut, namun sampaisaatinibelumadareaksi. Makanya, kami belum bisa menentukan status di Padangsidimpuan,” kata Balyan Siregar, di Padangsidimpuang, Senin (15/5).

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim dari Dinkes Pemko Padangsidimpuan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, menjadi wilayah tertinggi untuk ancaman penyakit DBD.

Di wilayah itu banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit yang mematikan itu. ”Dari enam kecamatan di kota ini, Padangsidimpuan Utara masih jadi kecamatan dengan ancaman DBD tertinggi,” imbuhnya.

Dia meminta kepada seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta agar meningkatkan koordinasi dengan Dinkes Pemko Padangsidimpuan. Apabila ditemukan kasus DBD, Dinkes akan langsung melakukan tindakan pencegahan.

Selama ini, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu mengaku tidak mengetahui ada kasus-kasus penyakit yang sedang mewabah karena koordinasi antarrumah sakit masih rendah.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Padangsidimpuan Khoiruddin Nasution mengatakan, mata rantai penyakit DBD tersebut dapat diputus melalui kesadaran yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan.

Tindakan pengasapan tidak lagi menjadi solusi karena hanya bersifat sementara. ”Pemerintah harus bekerja maksimal, namun masyarakat jangan terlalu banyak berharap kepada pemerintah,” ujarnya.

Pola hidup sehat harus ditingkatkan seperti melakukan gotong-royong di lingkungan masing-masing. Tindakan tersebut lebih efektif untuk pencegahan karena membunuh langsung jentik nyamuk itu.

Dinkes juga harus melakukan survei ke lingkungan warga karena anggarannya disediakan setiap tahun. [koran-sindo.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut