Pengakuan siswi yang disuruh jual diri, dihutangi bahan praktik dengan harga selangit


0

Padangsidimpuan – Rupanya, pengakuan kelima siswi SMK Negeri 3 Padangsidimpuan (Psp) yang disuruh jual diri oleh oknum gurunya, berawal dari uang Pengelolaan Usaha (PU) yang belum mereka bayar dan terancam tidak ikut ujian.

Dari kelima siswi kelas tiga jurusan kecantikan, SA, KS, IG, PN dan AH, empat orang mengaku, uang PU yang belum mereka bayar sebenarnya bermula saat masih semester satu.

Waktu itu, mereka diwajibkan oleh salah seorang oknum guru untuk melakukan praktik dengan membuat salon di rumah. Dan, untuk memenuhi keperluan tersebut, mereka diberi bahan seperti creambath dan facial yang dihargai Rp360 ribu dengan cara diutangi lebih dulu.

“Kami diberi bahan dari ibu itu (KS,red) dan disuruh untuk melakukan praktik salon di rumah. Dari bahan yag dikasih, harus ada 15 kepala (orang,red) yang kami creambath. Itu pun bahannya kami rasa sangat sedikit, ditambah lagi kalau ada yang buat facial juga sedikit. Dan, kami harus membayarnya sebesar Rp360 ribu,” keluh mereka dan mengaku harga bahan creambath yang dimaksud di pasaran hanya berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per bungkus.

Mereka juga sempat mengeluh, namun oknum guru mengharuskan dengan alasan nilai terkait jurusan. “Kalau gak kami ambil gak keluar nilai kami. Pernah kami protes, karena kalau untuk 15 kepala, bahannya tidak cukup, tapi dibilang ibu itu pandai-pandailah, kan kalau laki-laki rambutnya pendek,” tukas para siswi yang mengaku disuruh jual diri dan menerangkan tidak mungkin creambath rambut laki-laki dibawa ke rumah.

Tak hanya itu, mereka juga menilai sosok oknum guru tersebut sangat kasar dan sering mengeluarkan katas-kata kasar yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang tenaga pendidik.

“Orangnya kasar, kalau ngomong enggak pernah pelan dan sering bilang pantang,” jelas mereka.

Sementara itu, pihak Yayasan Burangir yang sudah menerima laporan mereka mengaku akan secepatnya menindaklanjuti laporan tersebut untuk dilaporkan ke Mapolres Psp.

“Kita masih lengkapi dulu keterangan dari mereka, jadi selain kasus intimidasi yang sudah lebih dulu kami laporkan, untuk dugaan kasus siswi disuruh jual diri oleh oknum guru yang sama juga akan kami damping dan laporkan juga,” tegas Sekretaris Juli H Zega. [metrotabagsel.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut