Penjual Burung Makin Menjamur di Padangsidimpuan


0
Menjamur Seorang penjual burung dan ikan hias di Jl Merdeka Kota Padangsidimpuan, bisnis jual hewan hias semakin menjamur dan menjanjikan karena banyaknya pembeli yang berasal dari luar kota. (medanbisnis/ck 09)
Menjamur Seorang penjual burung dan ikan hias di Jl Merdeka Kota Padangsidimpuan, bisnis jual hewan hias semakin menjamur dan menjanjikan karena banyaknya pembeli yang berasal dari luar kota. (medanbisnis/ck 09)

P Sidimpuan – Bisnis jual beli burung dan ikan hias di Kota Padangsidimpuan semakin menjamur. Sedikitnya ada 20 kios yang menyedikan berbagai jenis burung, ayam dan ikan hias peliharaan. Banyak pembeli datang dari kota besar untuk membeli burung dan ikan hias di Kota Padangsidimpuan.

Seorang penjual burung di Jalan SM Raja Padangsidimpuan, Anwar Siregar kepada MedanBisnis mengatakan, di gerai burungnya menyediakan berbagai jenis burung dan ikan hias, mulai dari murai batu lokal, beo, cucak hijau, kacer hingga burung pekutut. Sedangkan jenis ikan hias menyediakan ikan koi, cupang, arwana, ikan mas koki, louhan, guppi hingga jenis ikan discus.

Dirinya menilai bisnis menyediakan burung dan ikan hias cukup menjanjikan. Sebab pembelinya tidak hanya masyarakat sekitar akan tetapi kebanyakan sengaja datang dari luar kota termasuk dari Jakarta mencari burung di daerah Tabagsel untuk dibawa ke Jakarta.

“Saya dapat untung lumayan dari jualan ini dari pembeli yang sengaja datang dari Jakarta dengan membawa mobil pribadi. Sebab burung lokal kita dihargai mahal dan kwalitasnya bagus sehingga kita dapat untung lebih. Makanya saya sangat suka berjualan burung peliharaan,” ucapnya.

Anwar menambahkan, untuk harga yang ditawarkan tergantung dari jenis burung, contohnya murai batu lokal, harganya Rp 4 juta dan yang sudah terlatih hingga puluhan juta rupiah. Cucak hijau Rp 700.000, beo Rp 3 juta, sedangkan kacer Rp 300.000.

Dirinya mengaku omzetnya perhari tergantung penjualan dan pesanan dari luar daerah namun dapat mencapai Rp 10 juta per-hari jika banyak pesanan dari Jakarta maupun provinsi lain. Diakui, burung yang paling laris adalah murai batu lokal yang biasa disebut murai Medan.

“Kalau omzet pejualan tidak bisa diprediksi, sebab bisa mencapai puluhan juta rupiah jika para penamung di Jakarta maupun Palembang datang dan memesan. Bisnis penjualan burung ini sebenarnya cukup memiliki prospek ke depan karena burung di daerah kita banyak diburu dan terkenal berkwalitas,” kata Anwar.

Di tempat terpisah, Habibi yang juga berprofesi sebagai penjual burung dan ikan hias membenarkan, jenis usaha hewan peliharaan tengah digandrungi karena banyaknya pendatang dari luar kota Padangsidimpuan mencari burung dan ikan hias.

“Kita senangnya berjualan ini karena konsumen banyak dari kota besar seperti Medan, Palembang, Lampung hingga Jakarta. Sebab mereka membelinya dengan harga tinggi dan bisa memesan dalam jumlah banyak sehingga untung semakin banyak juga,” tandasnya.

Dirinya mengatakan, burung yang dijual digerainya tidak semuanya burung yang berasal dari hutan, sebagian merupakan hasil ternaknya sendiri, sehingga ketersediaan stok barang bisa terpenuhi termasuk jenis burung dengan harga mahal. (ck 09/MedanBisnis)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut