Penyidik Polres Tapsel Dilapor ke Propam Polri


0

Penyidik Polres Tapsel Dilapor ke Propam PolriTAPSEL – Diduga tidak professional dalam menjalankan tugasnya, Direktur Eksekutif LBH Kesehatan Tabagsel, Subur Siregar SH telah melaporkan Penyidik Polres Tapsel (Unit PPA,red) ke Divpropam Polri.

Kepada METRO, Senin (20/10) Direktur Eksekutif LBH Kesehatan Tabagsel Subur Siregar SH melaporkan penyidik Polres Tapsel yang menangani kasus tindak pidana kawin halangan sesuai bukti laporan nomor LP/216/VII/2012 tanggal 26 juli 2012 kepada Divpropam Mabes Polri. Menurutnya, laporan tersebut mengenai adanya dugaan ketidak profesionalan dalam hal administrasi proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polres Tapsel dalam hal ini Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) terhadap tindak pidana yang dilaporkan oleh Lintong Siregar serta dugaan keberpihakan penyidik terhadap terlapor (Siti Rahmaini,red) yan diketahui masih berstatus istri pelapor yang bertugas di sebuah puskesmas di daerah Palas.

Terangnya lagi, dalam kasus ini Lintong Siregar melaporkan istrinya Siti Rahmaini harahap atas dugaan tindak pidana melakukan perkawinan dengan seorang lelaki yang bernama Baginda Hasibuan, namun semenjak dilaporkan pada 26 juli 2012 lalu. Hingga saat ini penanganan kasus ini tidak jelas prosesnya seperti apa, padahal bukti dan saksi-saksi sehubungan dengan tindak pidana kawin halangan yang dilakukan Siti Rahmaini telah lengkap.

“Sebagai kuasa hukum keluarga korban yang paham akan peraturan perundang-undangan tentu sangat kecewa terhadap proses penanganan kasus ini, sebab banyak keganjilan dalam proses penyidikan yang saya temukan,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, adapun bukti yang ditemukannya terkait dengan dugaan tersebut diantaranya, berdasarkan klarifikasi langsung ke Kejaksaan Negeri Psp ditemukan fakta hukum, bahwa penyidik tidak pernah membuat atau mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Psp, begitu juga dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor Sp. Sidik/18/III/2013/Reskrim yang dikeluarkan Kepolisian Resort Tapanuli Selatan pada 18 Maret 2013 lalu.

“Bukan itu saja, juga tidak ada pemberitahuan kepada Penuntut Umum dimana hal tersebut merupakan kewajiban penyidik untuk melaksanakannya sebagaimana telah diatur didalam pasal 109 KUHAP jo Perkap Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan tindak pidana Pasal 25 Ayat 1,” ujarnya.

Atas kejanggalan itu pula Subur Siregar telah melayangkan surat pengaduan dengan Nomor 96/YLBH/Kes-Awalindo/2014 yang ditujukan ke Kapolri, Kadivpropam Polri, Kapolda Sumut, Kompolnas, Ombudsman RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas Ham dan penegak hukum lainnya. Subur meminta institusi maupun lembaga ini memberikan perhatian khusus dan perlindungan hukum terhadap keluarganya agar tercipta penyelesaian yang berkeadilan dalam proses penanganan kasus ini.

“Saya meminta dan memohon demi terciptanya proses penegakan hukum yang berkeadilan, institusi maupun lembaga ini menurunkan tim guna melakukan investigasi penanganan perkara yang tidak obyektif tersebut,” tukasnya.?

Lebih lanjut Subur menyatakan, akibat lambannya penanganan perkara ini para saksi korban dalam kasus ini sering mendapat ancaman, baik langsung maupun tidak langsung. Bahkan salah satu saksi korban atas nama Erlina Sari telah menjadi korban penganiayaan pada 25 april 2014 lalu, dan akibatnya terang Subur, Erlina Sari beserta keluarganya terancam keselamatan jiwanya serta trauma dan tidak dapat menjalankan aktifitasnya sehari-hari dengan rasa aman sebagaimana biasanya.

Dan hal itu juga sudah dilaporkan pihaknya ke Polsek sesuai Laporan Polisi : LP/71/IV/2014/SU/TAPSEL/TPS BARTENG tertanggal 25 April 2014. Sementara itu, pihak Polres Tapsel melalui Kasat Reskrim AKP Edison Siagian SH yang disampaikannya langsung kepada Subur mengatakan, ia menyarankan agar kasus tersebut dilakukan gelar perkara ulang untuk mebuka kembali kasus tersebut.

“Saya juga sudah konfirmasi langsung dengan Kasat Reskrim dan menyarankan untuk menyurati Poldasu, agar Kasus ini dilakukan gelar perkara ulang kembali,” pungkasnya. (yza) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut