Perajin Kain Tenun Sipirok Terbentur Pemasaran


1
1 point
Perajin Kain Tenun Sipirok Terbentur Pemasaran
Nurhafni Siregar salah seorang penenun kain Sipirok menggunakan ATBM. Produksi tenun Sipirok sangat menjanjikan, namun saat ini sedang terbentur pemasaran. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

Sipirok – Walau menjadi pekerjaan primadona saat ini. Hasil tenun dari perajin (penenun) kain di Sipirok, Kabupaten Tapsel, yang menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), mulai dilanda keresahan.

Pasalnya, kain tenun hasil karya mereka mulai terbentur oleh pemasaran. Seperti halnya yang dialami Ali Napia Sitompul (52), salah seorang pengusaha kain tenun ATBM di Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok.

“Pemasaran agak sepi saat ini. Tetapi, anggota penenun harus terus bekerja untuk biaya hidupnya,” ungkap Ali Napia, Kamis (15/2), yang saat ini memiliki 30 anggota penenun.

Dikatakan, kondisi ini telah dialaminya sejak 2 bulan terakhir. Biasanya setiap hari selalu ramai. Namun belakangan jauh berkurang.

Sehingga, dengan kondisi pemasaran yang tak lancar, membuat dirinya terus menelusuri pemasaran hingga kedaerah lain, agar usaha kecil pertenunan tersebut tetap berjalan.

Dan terpenting, para penenun tetap berkarya dan bisa mengandalkan pekerjaannya untuk menopang ekonomi keluarganya.

“Kalau resah sudah pasti dengan kondisi ini. Apalagi masih ada sekitar 1.000 helai pesanan, yang katanya untuk ASN Tapsel yang belum diambil,” terangnya. (ran) (Metro Tabagsel)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
1
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut