Peralihan iklim di Tapsel, waspdai angin kencang dan potensi puting beliung


0

Tapsel – Memasuki Pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan beberapa hari terakhir ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menyebutkan, agar mewaspadai angin kencang dan potensi puting beliung.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Sunardi Skom, Rabu (24/8), kepada Metro Tabagsel menerangkan, untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan juga akan mengalami peralihan iklim dari musim kemarau menuju musim penghujan. Sama seperti pada wilayah Sumatera Utara secara keseluruhan.

Peralihan itu, kata Sunardi, untuk saat ini masih menimbulkan pergerakan angin yang memiliki kecepatan 10 sampai 15 Knot.

“Kalau angin masih kecepatan 10 sampai 15 Knot. Saat ini di termonitor 12 Knot ini masih. Hanya karena ini kan masa transisi, masa pancaroba antara mau menuju hujan. Jadi masih ada panas, hujan lagi,” ungkapnya meneragkan fenomena angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Untuk potensi merusak, sepanjang angin pada kecepatan 15 Knot, Sunardi yang dihubungi melalui sambungan selular mengatakan, tahap itu masih aman meski memungkinkan merusak beberapa objek yang rapuh.

“Kalau posisi 15 Knot tidak, hanya nanti ada yang di atas 20 Knot itu baru merusak. Yang biasa disebut puting beliung itu kemunginan potensi terjadi ada. Karena iklim atau gravitasi dari kemarau ke hujan, ya pancaroba,” jelasnya seraya menambahkan, harus ada kewaspadaan kemungkinan angin kencang berubah menjadi badai dan puting beliung. (mag-1 /metrotabagsel.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut