Pergerakan Mahasiswa Indonesia Tabagsel unjuk rasa di Kantor Bupati


0

Sipirok – Belasan massa mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Indonesia Tapanuli Bagian Selatan (Permisi-Tabagsel) menggelar aksi unjukrasa di kantor Bupati Tapsel, Kilang Papan Dano Situmba, Sipirok, Selasa (23/8). Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah proyek Tahun Anggaran (TA) 2015 yang sudah rusak parah.

Koordinator aksi, Abdul Rachim Hasibuan dan Koordinator lapangan Fahmi Rizky Lubis serta belasan mahasiswa yang tergabung dalam Permisi-Tabagsel ini, tiba di kantor Bupati Tapsel sekira pukul 11.00 WIB. Aksi mereka ini mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Tapsel dan Satpol PP Tapsel.

Dalam pernyataan sikapnya, Permisi-Tabagsel ini menduga ada oknum-oknum pejabat yang bermain-main guna memenuhi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Mereka juga membentang spanduk berisi tulisan “Jangan main-main dalam mengelola anggaran, untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat”. Dan Penegasan untuk mewujudkan prinsip good governance di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam orasinya unjukrasanya, mahasiswa mengatakan ada kelemahan kinerja di Dinas PU Tapsel, bahwa ada beberapa pembangunan fisik yang diduga dikerjakan asal jadi.

“Ini dibuktikan dengan pembangunan pada tahun 2015 baru setahun lamanya, tetapi bangunan itu sudah rusak hancur yang manfaatnya tidak begitu dapat dirasakan masyarakat yang ada, malah menimbulkan persepsi negatif kepada pihak penanggungjawab kegiatan yaitu Dinas PU Tapsel,” kata Abdul Rachim.

Adapun salah satu pembangunan yang sempat mereka investigasi yang mengalami kerusakan parah, yaitu rehab jalan keliling Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat dengan dana sebesar Rp200.000.000.

Kemudian lanjutan rabat beton jalan keliling Desa Sitaratoit dengan anggaran Rp150.000.000, pembangunan dan perkuatan jalan keliling Kelurahan Sitinjak-Puskesmas Simaninggir, Kecamatan Angkola Barat dengan anggaran sebesar Rp400.000.000.

“Itu baru yang sempat kami telusuri. Kalau kita telusuri lebih banyak lagi barangkali masih banyak pembangunan-pembangunan yang bermasalah yang diduga terindikasi korupsi,” teriak mereka.

Pihaknya juga menemukan di lapangan dan menimbulkan pertanyaan tentang lanjutan pembangunan peningkatan jalan jurusan Huta Lambung-Sibakkua di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat dengan anggaran sebesar Rp500.000.000 pada tahun 2015 yang menurut demonstran tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.

“Tahun 2016 juga dialokasikan anggaran sebesar Rp700.000.000 untuk pembangunan lanjutan peningkatan jalan jurusan Huta Lambung-Sibakkua. Dengan anggaran sebesar itu kami lihat tidak sesuai dengan kegiatan yang dikerjakan dengan kata lain kami menduga telah terjadi mark up,” kata mereka.

Permisi-Tabagsel ini meminta Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu mengevaluasi pejabat di jajarannya karena menilai tidak mampu utamannya di PU Tapsel. “Meminta kepada Bupati Tapsel agar mengevaluasi kinerja dinas PU Tapsel,” tegas demonstran.

Asisten I Pemkab Tapsel Hamdan Zein Harahap di hadapan pengunjukrasa menyampaikan jika aspirasi mahasiswa sudah diterima pihaknya. Terkait apa yang disampaikan pengunjukrasa, itu menjadi perhatian bagi Pemkab Tapsel.

Disebutkannya, kalau proyek TA 2015 itu sudah diperiksa BPK dan Inspektorat Sumut. Kalau namanya proyek, 5% ada jaminan pemeliharaan selama 6 bulan.
“Kalau sudah melewati 6 bulan jaminan pemeliharaan mengalami kerusakan, itu tidak ada lagi jaminan kerusakannya,” kata Hamdan.

Dia berharap kepada mahasiswa untuk tidak melakukan demonstrasi karena prinsipnya Pemkab Tapsel bersedia berdiskusi bila ada masalah yang ingin disampaikan.

“Demonstrasi seperti ini tidak perlu terjadi, karena kita selalu terbuka untuk siapa saja. Demikian juga masalah dalam pembangunan tentu ada aturannya silahkan laporkan ke pihak yang berwenang bila ada kejanggalan yang kalian temukan dalam pembangunan itu,” katanya. (ikhwan nasution /medanbisnisdaily.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut