Poldasu Segel Tumpukan Drum Limbah B3 PT. Agincourt Resources Tapsel


0
Ilustrasi Limbah
Ilustrasi Limbah

BATANGTORU – Dit Reskrimsus Poldasu menyegel tumpukan drum limbah bahan beracun berbahaya (B3) milik PT Agincourt Resources (AR) di Kel. Aek Pining, Kec. Batangtoru, Kab. Tapanuli Selatan dengan garis polisi. Limbah tersebut berupa oli kotor dan minyak gemuk (grease) dalam tong sebanyak 304 drum atau sekira 60.800 liter.

“Segel belum dibuka sampai ada hasil pemeriksaan laboratorium, serta penjelasan dari managemen PT AR terkait persoalan itu,” kata Kabid Humas Poldasu AKBP Helfi Assegaf, Selasa (7/10).

Menurutnya, limbah B3 itu ditempatkan di area terbuka, bukan gedung tempat penyimpanan sementara (TPS).

“Karena itu ada dugaan PT AR telah melanggar pasal 8 ayat 1 dan ayat 2 peraturan pemerintah nomor 19 tahun 1994 tentang pengelolaan limbah B3. Karena itu polisi menyegel dan akan memanggil perusahaan sub kontraktor yang menangani limbah di perusahaan tambang emas itu,” ujarnya.

Dikatakan, tempat penyimpanan sementara yang dibangun tidak dapat menampung limbah B3 yang dihasilkan badan usaha PT AR dan sub kontraktornya. Penyidik juga akan memanggil pihak Management PT AR untuk memperlihatkan dokumen perizinan.

Tidak berdampak pada lingkungan

Senior Manager Corporate Communications Tambang Emas Martabe, Katarina Siburian, secara terpisah mengatakan, menghargai proses verifikasi yang kini berlangsung. Mereka akan sepenuhnya bekerjasama dengan pihak berwajib. Kepada media, diharapnya agar bisa memberikan informasi berimbang terait hal ini.

“Drum oli mesin bekas yang disegel itu diletakkan di tempat penyimpanan sementara yang berpagar. Sifatnya sementara dan untuk persiapan pengangkutan ke pemanfaat atau pengolah limbah yang berlisensi,” terang Katarina.

Menurutnya, drum disimpan dengan aman dan tidak menimbulkan dampak lingkungan apapun. Secara teratur tambang emas Martabe melaporkan perkembangan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL dan UPL) ke Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait di level provinsi dan lokal.

Pada Juli 2014, Badan Lingkungan Hidup Pemprovsu dan Badan Lingkungan Hidup Pemkab Tapsel datang ke lokasi tambang melakukan pengawasan penaatan lingkungan hidup terhadap seluruh aspek manajemen lingkungan di tambang emas Martabe.

“Termasuk pengawasan terhadap manajemen oli bekas mesin. Hasilnya BLH Sumut dan Tapsel menyatakan tambang emas Martabe atau PT AR telah menaati semua ketentuan lingkungan yang disyaratkan. Demikianpun kami tetap menghormati proses yang sedang berlangsung saat ini dan akan terus bekerjasama dengan pihak berwajib,” kata Katarina.

Sementara, drum oli bekas yang disegel Polda tampak ditutupi terpal biru dan dipasangi garis polisi. Posisinya berada di halaman depan dan samping bangunan milik PT AR. Hingga kini segel drum limbah B3 itu masih utuh, tidak ada yang merani membuka atau memindahkannya.(a27/m27) (Waspada)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut