Polres Tapsel proses kasus pembacokan pegawai PLTA Simarboru


0

Tapanuli Selatan – Peristiwa pembacokan yang dialami pegawai PLTA Simarboru Iwan Kusmawandana pada Ahad (15/4/2017) lalu berbuntut laporan ke Polres Tapanuli Selatan.

Korban melaporkan tindak kekerasan pelaku ke Polres Tapsel sebagaimana Laporan Polisi (LP) No. LP/145/ IV/2017/SU/TAPSEL, dengan saksi saksi Ade Jonri Siregar (Kepala Desa Marancar Godang), dan Rahmaida Hutasuhut warga Batunadua, Padangsidimpuan.

Mengenai tindak lanjut kasus pembacokan tersebut, terlapor belum bisa dipanggil oleh pihak kepolisian berhubung yang bersangkutan merupakan Anggota DPRD dan masih dalam masa tugas,

KBO Satreskrim Polres Tapsel Iptu SH Batubara kepada wartawan, Senin (17/4/2017) mengatakan pihaknya belum bisa memanggil terlapor berhubung terlapor merupakan Anggota DPRD Tapsel dan masih dalam masa tugas.

“Sesuai dengan aturan berdasarkan dalam Pasal 35 ayat 1 UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah, izin dari Gubernur ini diperlukan dalam hal tindakan penyidikan terhadap Anggota DPRD Kabupaten/ Kota yang berlaku. Kita harus menunggu persetujuan dari Gubernur Sumatera Utara,” jelas KBO.

Terpisah, Ketua DPRD Tapsel Rahmat Nasution ketika dikonfirmasi wartawan via seluler mengatakan perbuatan AS itu urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan partai maupun kedudukannya sebagai Anggota DPRD Tapsel. [wali.co.id]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut