Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Bandara Internasional Kualanamu


0

DELISERDANG  –  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Gubsu H Gatot Pujonugroho meresmikan operasional KNIA ( Kualanamu International Airport), Kamis (27/3). Operasional bandara pengganti Polonia ini membutuhkan tahapan pembangunan selama 21 tahun.

Hadir dalam peresmian KNIA dan lima bandara lainnya mantan Wakil Prersiden Jusuf Kala, Kapolri, Menhub, Menteri Pariwisata, Dirut PT AP II Persero, Bupati Deliserdang H.Amri Tambunan dan FKPD Sumut.

Peresmian KNIA dilakukan Presiden bersamaan dengan lima bandara lainnya di wilayah Sumatera yang merupakan bagian dari pengembangan program nasional Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan konektivitas merupakan inti dari program MP3EI . Pembangunan infrastruktur menurutnya  menjadi solusi strategis dalam percepatan pembangunan ekonomi Indonesia.

Menurut Presiden, sejak MP3EI diluncurkan, dari Rp 4 ribu triliun dana kebutuhan untuk membangun infrastruktur hingga tahun 2025, pada awal tahun 2014 sudah terealisasi Rp 800 triliun.

Bandara yang juga diresmikan Presiden, yakni Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Raja Haji Fasibilillah Tanjungpinang –Kepri , Bandara Muarabungo Jambi, Bandara Pekonserai di Lampung Barat dan Bandara Pagaralam, di Lahat Sumatera Selatan. Disamping itu, SBY juga berkesempatan meresmikan  dan mengukuhkan Geopark Kaldera Danau Toba sebagai Geopark Nasional. Ini merupakan tahapan pengusulan Danau Toba sebagai anggota Global Geopark Network (GGN) Unesco.

Terimakasih

Sebelumnya, Gubsu H. Gatot Pudjo Nugroho menyatakan terimakasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  yang telah meresmikan KNIA dan Geopark Danau Toba.

“Alhamdulillah, penantian panjang selama 21 tahun, hari ini Bandara International Kualanamu yang terletak di Kec. Beringin, resmi beroperasi penuh. Terimakasih kepada Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hari ini merupakan motivasi warga Sumatera Utara ke depannya agar lebih baik lagi karena dua infrastruktur  telah diresmikan,” ujar Gubsu, saat memberi kata sambutan di hadapan rombongan Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono sebelum meresmikan enam bandara dan Geopark Danau Toba di Apron Terminal Kargo KNIA, Kamis (26/3).

Gubsu, yang memberikan tiga pantun untuk Presiden mengungkapkan, bandara ini secara langsung akan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke di Kab. Simalungun yang menjadi salah satu wujud nyata pengembangan program MP3EI.

Selama beroperasi,Bandara secara signifikan memberi pengaruh positif terhadap mobilitas dan pengembangan ekonomi wilayah. Sebagai gambaran berdasarkan data PT. Angkasa Pura II pada lima tahun terakhir (2008-2012), tercatat peningkatan pertumbuhan penumpang rata-rata mencapai 8,37% , sedangkan pertumbuhan pesawat sebesar 3,86% pertahunnya.

Data tahun 2013 ,tercatat jumlah penumpang mencapai 8,3 juta penumpang atau melebihi kapasitas terminal yang ada saat ini sebesar 8 juta penumpang pertahun. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat dan kebijakan low cost carrier di sektor penerbangan.

Gubsu yang pada kesempatan itu mengulas sejarah panjang KNIA, berharap penyelesaian tahapan lanjutan dari pembangunan bandara dapat diteruskan sesuai target yang telah ditetapkan. Termasuk pembangunan infrastruktur transportasi lainnya, seperti kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei, pelabuhan internasional Kuala Tanjung, pembangunan tol Kualanamu – Tebingtinggi, tol Medan –Binjai dan lain sebagainya.

Sementara, di awal acara Menteri Perhubungan EE Mangindaan dalam kata sambutan perdana mengulang bahwa KNIA menjadi satu-satunya bandara di Tanah Air yang terkoneksi dengan moda transportasi kereta. KNIA juga disiapkan untuk dikembangkan sebagai hub penerbangan internasional yang bisa menyaingi Bandara Internasional Changi di Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.(m16)

Investasi KNIA Rp5,59 T

Pemerintah mengeluarkan investasi senilai Rp5,59 triliun untuk membangun sisi darat dan udara Kualanamu International Airport (KNIA) di Kab. Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.

Demikian siaran pers yang diterima sebelum peresmian KNIA, Kamis (26/3). Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri S Sunoko dalam rilisnya mengatakan, investasi senilai Rp2,2 triliun dikeluarkan PT Angkasa Pura 2 untuk pembangunan sisi darat. Sedangkan dana senilai Rp3,39 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan sisi udara KNIA.

Pembangunan sisi darat mencakup penyiapan terminal modern dan stasiun kereta api untuk mendukung operasional kereta api yang menghubungkan KNIA dengan stasiun besar di Kota Medan.

Perjalanan kereta api menuju KNIA atau kembali ke Kota Medan ditempuh dengan waktu 37 menit dengan kapasitas angka penumpang hingga 6.192 orang per hari.

Keutamaan lain dari KNIA lainya adalah sistem penanganan bagasi secara terpadu (integrated baggage handling screening system/IBHSS).

Dengan penerapan konsep IBHSS tersebut, manajemen KNIa dapat mengimplementasikan sistem terbuka untuk pendaftaram penumpang (chek-in) seperti yang diterapkan di Bandara Changi di Singapura dan Badnara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

KNIA yang dioperasikan untuk menggantikan peran Bandara Polonia telah melayani 205 penerbangan per hari dengan keberadaan 14 maskapai sebagai operator penerbangan.

Sejak dioperasikan pada 25 Juli hingga akhir Desember 2013, penumpang yang menggunakan jasa KNIA mencapai 8,05 orang. Sedangkan pada periode Januari hingga Februari 2014, jumlahnya mencapai 1,2 juta penumpang.

“Pengembangan Bandara Internasional Kualanamu ke depannya menggunakan konsep asrotropolis yang dilengkapi dengan fasilitas modern untuk berbagai kegiatan bisnis dan wisata,” katanya.(m16) (Waspada)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut